0 menit baca 0 %

Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Resmi ada di Provinsi Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) Menindaklanjuti Surat Keputusan Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira Nomor 070 tentang Penerimaan Mahasiswa/ Mahasiswi Baru tahun ajaran 2018/2019, Civitas Akademi Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira adakan Sidang Terbuka Senat STAB Maitreyawira Pembukaan dan Kuliah Perdan...

Pekanbaru (Inmas) Menindaklanjuti Surat Keputusan Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira Nomor 070 tentang Penerimaan Mahasiswa/ Mahasiswi Baru tahun ajaran 2018/2019, Civitas Akademi Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira adakan Sidang Terbuka Senat STAB Maitreyawira Pembukaan dan Kuliah Perdana Tahun Akademik 2018/2019 Dies Natalis X di Pusdiklat Bumi Suci Maitreya, Pekanbaru, Senin 03 September 2018.

Acara yang diikuti oleh mahasiswa/i serta para undangan dimulai sejak pukul 09.00 Wib yang dihadiri oleh Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Caliadi, SH.MH, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. Ahmad Supardi, MA, Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM diawali dengan Tarian Persembahan sekapur Sirih oleh Siswi SMP Meta Maitreya Pekanbaru.

Dirjen Bimas Buddha, Caliadi SH,MH menyampaikan Perguruan Tinggi memiliki Visi mengajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan terbaik untuk mengisi berbagai peran dalam proses pembangunan bangsa. Salah satunya kunci pokok untuk mewujudkan visi iyalah dengan adanya daya dukung yang optimal dalam rangka menunjang terjadinya pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang nantinya dapat berdaya saing dengan dunia luar.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. Ahmad Supardi MA mengungkapkan sangat bersyukur dengan diresmikannya Sekolah Tinggi Agama Buddha di Provinsi Riau karna dari sisi keagamaan sudah ada tiga Sekolah Tinggi keagamaan yang ada di Riau yakni Islam, Kristen dan Buddha. Beliau berharap Sekolah Tinggi Agama Buddha mampu melahirkan para sarjana yang bukan sekedar pintar dalam prestasi akan tetapi akhlaknya juga berkualitas.

Tarjoko selaku Pembimbing Masyarakat Buddha menjelaskan dengan dipindahnya STAB yang seyogyanya ada di Jakarta, menjadi di Pekanbaru dapat berkembang dengan baik sehingga kualitas yang diinginkan dapat berkembang sesuai dengan yang diinginkan dengan terciptanya masyarakat yang lebih agamis sehingga mampu menunjang perkembangan Masyarakat Riau.

Selaku Ketua STAB, Ir. Arief Harsono, MM menjelaskan jika dilihat dari segi Perkembangannya, Riau menjadi daerah utama untuk dijadikan pengembangan Sekolah Tinggi Agama Buddha dikarenakan peminat di riau sangat menjanjikan. Untuk Tahun ajaran Baru 2018/2019 ada 71 Orang yang diterima sebagai Mahasiswa/ I baru Yang sebelumnya telah meluluskan 500 Orang mahasiswa/I pada Tahun sebelumnya.Sidang terbuka yang berlangsung selama 4 jam diakhiri dengan pemberian cindera mata dari Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Caliadi, SH, MH kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. Ahmad Supardi,MA. (belen/anto/adi)