0 menit baca 0 %

Sekolah Internasional Mengadopsi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren

Ringkasan: Kampar (Inmas)- Sistem Pendidikan yang diterapkan pada sekolah-sekolah  Internasional Mengadopsi dari Pondok Pesantren, seperti sistem 24 jam, sistem pemondokan anak didik atau asrama, bahasa internasional, maupun memiliki ciri khusus sendiri. Bahkan, pondok pesantren merupakan pendidikan masa kini...

Kampar (Inmas)- Sistem Pendidikan yang diterapkan pada sekolah-sekolah  Internasional Mengadopsi dari Pondok Pesantren, seperti sistem 24 jam, sistem pemondokan anak didik atau asrama, bahasa internasional, maupun memiliki ciri khusus sendiri. Bahkan, pondok pesantren merupakan pendidikan masa kini, masa sekarang dan masa depan.

Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, saat memberikan sambutannya pada Perayaan dan Peresmian Pemberaian Ijazah Pondok Pesantren (Ponpes) Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang Angkatan ke- 64 tahun 1438 H/ 2017 M, Sabtu (20/5/2017) di Ponpes Daarun Nahdhah Bangkinang.

Dihadapan undangan lainnya, seperti Direktur Zakat Kemenag RI Drs H Tamizi Tohor MA, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Kakankemenag Kampar Drs H Alfian M Ag, Kadis Sosial Riau Drs H Syafruddin M SI, Bupati Pelalawan H M Harris, Kabid Pakis Kemenag Riau H Fairus MA, Kasubbag Inmas Kemenag Riau H Darwison MA, DPRD Kampar, Kapolres, Kapolsek, Dandim Kampar, tokoh ulama, abituren/ abiturenten, orang tua siswa, dan undangan, ia mengutip ungkapan Dr Soejatmoko yang pernah menjabat Rector Universitas PBB Tokyo Jepang, yang juga pemuka di Indonesia, menyebutkan bahwa system pendidikan modern dan system pendidikan masa depan ada pada system pendidikan Pondok Pesantren jika dikombinasi dengan sentuhan manajemen modern.

“Sujatmoko yakin jika system pendidikan di Indonesia dilaksanakan sebagaimana halnya di pondok pesantren ditambah dengan sentuhan manajemen modern, maka itulah system pendidikan modern, system pendidikan masa depan yang paling pas diterapkan di Indonesia, bahkan seluruh Dunia,” ungkap laki- laki yang juga merupakan alumni pondok pesantren Mustafawiyyah Purba Baru Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Ia menambahkan, pondok pesantren biasanya didirikan dari biaya mandiri dan di dalamnya juga mengajarkan para santri untuk terbiasa hidup mandiri selain itu juga pendidikan yang diberikan pun penuh dengan pendidikan agama dan keagamaan Islam walaupun ada juga pendidikan umumnya. Untuk Kemenag akan terus mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana pondok pesantren dan madrasah, demi terbangunnya generasi yang lebih baik

"Kita harus bangga dengan sistem pendidikan pondok pesantren, apalagi disaat kita bisa menyekolahkan anak kita di pondok pesantren karena sesungguhnya pondok pesantren merupakan sistem pendidikan modern yang tidak hanya diakui oleh Indonesia tapi internasional," tegas Ahmad Supardi dengan bangga.

Diakhir arahannya, mantan Kakankemenag Rohul ini berpesan, selain rasa syukur, tamat sekolah santri hendaknya tidak langsung menikah, tapi melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. Apalagi, alumni dari pondok daarun nahdhah telah banyak melahirkan profesor dan dokter yang tersebar di Indonesia. Apalagi di UIN Suska 70% tenaga adminstrasinya berasal dari pondok pesantren. (mus/drwsn/ant)