0 menit baca 0 %

Sekolah dan Madrasah Wajib Gemar Mengaji

Ringkasan: Dumai (Inmas)- Kota Dumai sudah melaksanakan maghrib mengaji, bahkan gemar mengaji. Sebagaimana yang dikatakan Kakan Kemenag Kota Dumai H.Darawi apabila hanya maghrib mengaji otomatis ngajinya hanya diwaktu maghrib, tetapi kita tegaskan supaya anak-anak menjadi gemar mengaji.

Dumai (Inmas)- Kota Dumai sudah melaksanakan maghrib mengaji, bahkan gemar mengaji. Sebagaimana yang dikatakan Kakan Kemenag Kota Dumai H.Darawi apabila hanya maghrib mengaji otomatis ngajinya hanya diwaktu maghrib, tetapi kita tegaskan supaya anak-anak menjadi gemar mengaji. Demikian dikatakan H Sudarmanto yang merupakan Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Dumai.

Beliau mengatakan salah satu bentuk yang dilaksanakan dan telah diinstruksikan kepada pihak sekolah umum bahkan madrasah tentang wajib mengaji. Alhamdulillah ini sudah dilaksanakan di sekolah umum seperti tingkat SMA, SMP, dan SD. Tidak hanya di sekolah umum tetapi juga di madrasah, yang meliput MA, MTs, dan MI. Sebelum mulai pelajaran 15 menit digunakan untuk mengaji. Instruksi itu telah disampaikan Mantan Walikota Dumai Alm.Bapak H.Khairul Anwar tentang maghrib mengaji bahkan wajib mengaji di sekolah dan madrasah.

Lebih lanjut Kasi Bimas mengatakan tindak lanjut tentang maghrib mengaji ini yaitu dengan dilaksanakan khatam Al-quran di sekolah dan di madrasah yang biasanya dibuat ketika perpisahan sekolah. Yang mana tindak lanjut lainnya telah terlaksana 2 kali khatam Al-quran pada tahun 2013 dan 2014. Khatam Al-quran pertama dengan jumlah anak yang ikut 5000 orang terdiri dari santri TPQ, MDTA, dan DTA se-Kota Dumai.

Sedangkan khatam Alqur’an kedua berjumlah sekitar 10.000 orang yang terdiri dari sekolah umum, madrasah, TPQ, MDTA, dan DTA. Walaupun PERDA tentang maghrib mengaji belum ada di Kota Dumai tetapi telah di instruksikan oleh Mantan Walikota Dumai Alm.Bapak H.Khairul Anwar, dan juga ditegaskan oleh Kakan Kemenag Kota Dumai H.Darawi dari maghrib mengaji menjadi gemar mengaji, ujarnya.

Contoh lain yang telah terlaksana dalam gerakan gemar mengaji ini pada Kecamatan Sungai Sembilan dengan jumlah santri 150 orang dan jumlah guru 30 orang. Dengan tempat yang sederhana dibangun secara swadaya, yang mana tanah tersebut diberikan dari seorang tokoh masyarakat. Banyak pendidikan agama yang diajarkan selain mengaji, yaitu sholat, belajar fiqih dan tuntunan ibadah lainnya, tambahnya. H.Sudarmanto yang merupakan Kasi Bimas Islam Kemenag Dumai ini menanggapi dengan sangat baik apabila PERDA tersebut dibuat dan dapat disosialisasikan ke 7 Kecamatan yang ada di Kota Dumai sehingga dapat mewujudkan salah satu dalam visi dan misi Kota Dumai, yaitu menuju Kota yang Agamis dan Berbudaya Melayu. Karena dengan PERDA maghrib mengaji atau gemar mengaji merupakan salah satu langkah untuk menciptakan generasi muda agar mencintai Al Quran dan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya. Serta, bisa diimplementasikan kedalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman menjalani hidup dimuka dunia ini," kata dia.

"Saat ini anak-anak dan remaja sedang tumbuh dan berkembang di tengah arus globalisasi dan liberalisasi yang dengan deras masuk dan mempengaruhi pemikiran para generasi muda melalui berbagai penjuru," ujarnya.

Dengan demikian dengan terus meningkatkan dan mengajarkan nilai-nilai Alquran, diharapkan akan mampu menjadi salah satu benteng untuk memfilter masuknya beberapa pemahaman yang bertentangan dengan nilai dan norma agama maupun sosial yang ada di Indonesia, tutup Kasi Bimas.(jaka/dnms)