Palembang (Inmas) – Aksioma, KSM dan LKTI Tingkat Nasional 2015 resmi ditutup Sekretaris Jendral Kemenag RI Nur Syam di Main Dining Hall Jakabaring Palembang Sumatera Selatan, Kamis malam (6/7). Penutupan ini dihadiri Direktur Pendidikan Madrasah Nurkholis Setiawan, sejumlah Kakanwil dan Kabid Pendidikan Madrasah seluruh Kanwil Kemenag seluruh Indonesia.
Pada ajang akbar bidang Pendidikan Madrasah Dirjen Pendidikan Islam dua tahunan ini, Provinsi Riau memperoleh 1 emas di cabang Aksioma dan 2 perak, 9 perunggu di pentas KSM.
Sekjen Kemenag RI merasa gembira karena helat akbar bidang pendidikan Islam tersebut telah berjalan sukses dan ditutup itu dengan meriah.
Dalam sambutannya, Setjen Kemenag RI menitip beberapa pesan. Di antaranya, kompetisi ini diselenggarakan dalam kerangka persahabatan dan menjalankan ukhuwah.
Sekjen Kemenag juga menyampaikan apresiasi besar kepada Direktorat Pendidikan Islam yang telah menaja kegiatan bermakna tersebut dengan sukses. Terima kasih tersebut juga disampaikannya kepada semua panitia, baik panitia pusat maupun pemerintah provinsi Sumatera Selatan yang telah berpartisipasi luar biasa dan bekerjasama dengan baik demi kesuskseskan kegiatan Aksioma, KSM dan LKTI Tingkat Nasional 2015.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil dan para guru madrasah yang telah bekerja dengan baik selama ini sehingga madrasah tidak lagi menjadi alternatif tapi telah menjadi pilihan pertama bagi masyarakat Indonesia hari ini. Kita merasa bangga bahwa madrasah sudah menjadi pilihan para pejabat, tokoh masyarakat petani, pedagang dan lain sebagainya untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Itu menggambarkan bahwa madrasah sudah menjadi pilihan yang tepat dalam rangka membangun pendidikan berkarakter, ” kata Nur Syam.
Pada closing ceremony atau acara penutupan tersebut diisi berbagai penampilan seni (performance art) Islami dari anak-anak madrasah, seperti hadrah, madrasah singer, tilawat al Quran dari para peraih medali emas Aksioma serta penampilan salah satu band asal Palembang yang sudah punya nama di kancah nasional. (griven)