0 menit baca 0 %

Segera Berangkat, Karu dan Karom Jamaah Haji Dihimbau Persiapkan Diri

Ringkasan: Riau (Inmas) Sejumlah calon jamaah haji kloter awal akan segera diberangkatkan ke Tanah Suci pada lusa depan ini. Mereka diharapkan mendapatkan berbagai layanan dan bisa mempersiapkan berbagai hal agar pelaksanaan ibadah haji berlangsung dengan baik.Kepala Seksi Pembinaan Haji H.

Riau (Inmas) – Sejumlah calon jamaah haji kloter awal akan segera diberangkatkan ke Tanah Suci pada lusa depan ini. Mereka diharapkan mendapatkan berbagai layanan dan bisa mempersiapkan berbagai hal agar pelaksanaan ibadah haji berlangsung dengan baik.

Kepala Seksi Pembinaan Haji H. Muhammad hakam, Sag, Mag, mengakui ditunjuk sebagai kepala bidang pembinaan jamaah untuk PPIH embarkasi haji antara Riau.

Untuk itu begitu jamaah Riau masuk Tanggal 5 Juli nanti ke Embarkasi Haji Antara, maka Insya Allah jamaah haji pada pukul 09.00 WIB sesuai protap. Setelah itu jamaah melakukan aktifitas  yang sudah dijadwalkan PPIH EHA Riau, jelasnya saat ditemui di Ruang informasi Haji EHA Riau, Kamis (04/07) petang.

Karu dan Karom memiliki peranan yang sangat penting dalam melayani jamaah, agar anggotanya tetap utuh,aman, tertib dan mencapai kemabruran dalam melaksanakan ibadah haji. 

Maka terkait pembinaan untuk karu (Ketua Regu) dan Karom (Ketua Rombongan) serta petugas kloter, itu dilaksanakan setelah ashar. 

Semua mereka berjumlah  45 ditambah 5 orang. “Kita akan lakukan pembinaan di mushalla atau masjid, akan kita sampaikan untuk penguatan tugas di setiap level yang terdiri dari 11 orang,  satu ketua regu dan di rombongan 44 orang satu ketua rombongan”, rincinya. 

Hakam berharap para Karu dan Karom dapat melakukan tugas mereka sesuai yang sudah dibekali saat manasik. “8 kali di tingkat kecamatan dan 2 kali di kabupaten”, urainya.

Menurutnya pengetahuan tentang pelaksanaan armusna siapa khatib dan bilalnya perlu diketahui oleh karu dan karom. 

“Itu tugas ketua regu dan rombongan”, tekannya.

Selain itu Hakam mengingatkan keberadaan karu dan karom mempunyai posisi sangat strategis antara petugas haji dan jamaah. Itu sebabnya Karu dan Karom harus mempunyai kemampuan handal, cerdas dan cepat dalam merespons permasalahan yang terjadi. Termasuk berkomitmen kuat melayani tamu Allah.

“Mereka harus paham Bagaimana agar koordinasi tidak terputus maka mereka harus mengikuti saran saran apa yang disampaikan ketua kloter baik TPHI maupun TPIHI Terkait administrasi jamaah” terangnya. “Mulai  dari pemberangkatan pesawat Sampai Tiba di arab saudi dan madinah”, imbuh Hakam.

Hakam menyebut petugas kloter ada sebanyak 5 orang. “Satu namanya TPHI  itu ketua kloter dan TPIHI petugas pembimbing ibadah  kloter” sebutnya.

Selain itu juga  ada petugas kesehatan satu dokter 2 medis dalam melayani jamaah. “Mereka inilah ujung tombak suksesnya sebuah kloter, kita harapkan mereka membuat tim work yang kuat”, harapnya. 

Lebih lanjut Hakam menegaskan petugas haji harus mampu menjalin komunikasi yang baik. Sehingga pelaksanaan bisa lebih baik. “Ketua kloter dan ketua regu tidak bisa saling menyerahkan kepada yang lain, tidak boleh lepas tangan”, ujarnya. 

Tak terkecuali untuk non kloter lanjutnya lagi. “Petugas yang akan berada di saudi arabia,  sudah diberangkatkan beberapa hari yg lalu” ungkapnya.

Terakhir Hakam menghimbau agar petugas  juga melakukan komunikasi dengan petugas kloter karena mereka sudah saling mengenal. “Kuncinya komunikasi yang baik”, tandas Hakam.(vera)