0 menit baca 0 %

Sedih, Cerita Nenek Tua Pergi Haji Jual Kebun, Hingga Pupus Berangkat Bersama Suami

Ringkasan: Riau (Inmas)- Beribadah Haji tentunya membutuhkan kesiapan jasmani dan rohani seperti yang dilakukan seorang nenek bernama Norman Binti Adik Yakup (80).Calon jemaah Haji asal Bengkalis itu tampak nikmat menyantap menu makan siang yang disediakan Asrama Haji Embarkasi Haji Antara Riau, Sabtu (13/7/20...

Riau (Inmas)- Beribadah Haji tentunya membutuhkan kesiapan jasmani dan rohani seperti yang dilakukan seorang nenek bernama Norman Binti Adik Yakup (80).

Calon jemaah Haji asal Bengkalis itu tampak nikmat menyantap menu makan siang yang disediakan Asrama Haji Embarkasi Haji Antara Riau, Sabtu (13/7/2019), selama masa karantinanya sebelum diberangkatkan ke tanah suci.

Duduk di atas tempat tidurnya, ia terlihat bersemangat menyantap makanannya.Ā  sepiring berisi nasi, ayam bumbu, gulai kentang, sayur buncis, sambal, dan kerupuk.

Melihat ia duduk sendiri, humas Kemenag pun penasaran lalu menghampiri dirinya yang baru saja memasukkan sesuap nasi ke dalam mulut kecilnya.

Saat ditanya terkait tanggapannya mengenai menu yang disajikan pada siang itu, nenek berusia 80 tahun lebih itu mengaku senang menyantap makanan tersebut.

Wajahnya tampak puas dan ia mengatakan bahwa makan siang yang diberikan kepadanya sangat lezat.

"Makanannya enak, sayur dan gulai nya enak, ada sambalnya, juga enak," kata Normah yang mengenakan jilbab berwarna putih saat ditemui humas.

Ia kemudian menyampaikan bahwa dirinya telah membawa perlengkapan wajib lainnya, yakni obat yang ia beli sesuai dengan resep dokter dan perlengkapan lain yang disiapkan keponakannya seorang guru SMA di Bengkalis bernama Iskandar.

Normah menyadari bahwa usianya sudah 'senja', sehingga ia perlu untuk mengantisipasi dan mempersiapkan kondisi tubuhnya.

"Bawa obat dari dokter juga ini," jelas istri Almarhum Latif ini.

Hendak bertolak ke Arab Saudi, nenek satu ini mengaku berangkat sendiri. Rencananya Ia bersama suami berangkat ke tanah suci. Namun takdir berkata lain, suaminya baruĀ  saja meninggal satu tahun yang lalu.Ā 

Dalam masa tunggu keberangkatan suaminya dipanggil yang Maha Kuasa karena mengidap penyakit jantung, sebutnya bercerita.

ā€œSuami saya itu kuat sekali merokok, tak pernah bisa berhenti merokokā€ lanjutnya sambil menyuap nasi lagi. Padahal kami sudah berniat berangkat bersama dengan menjual kebun, tetapi Dia sudah dulu pergi meninggalkan saya, ucapnya berkaca kaca.

Sejak suaminya meninggal, ia mengaku hidupnya seperti kehilangan semangat dan tidak tentu arah. ā€œKalau saya teringat suami, sedih sekali, kalau dia ada tentu saya tidak sesusah ini sendiriā€, sebutnya.

"Sore kemarin kami dari Bengkalis, ujarnya dan tadi pagi kami dibawa keasrama iniā€, kata Normah.

Sama seperti banyak calon jamaah Haji lainnya, Nenek ini juga memiliki doa dan harapan saat menunaikan ibadah tersebut.Ā 

Sambil menyantap makan siangnya, ia menyebutkan satu harapannya yakni bisa kembali diberikan nikmat sehat oleh Allah SWT, sehat kakinya dan diberikan ketenangan hati dan fikiran sepulang dari tanah suci.

"Harapannya ya biar sehat kaki ini, biar sembuh, tenang fikiran" ujarnya.

ā€œWalaupun saya sendiri saya berserah diri saja kepada Allah, Allah yang temenin saya kemanapunā€, ucapnya mantap. ā€œKalau mati, dimana saja bisa mati, katanya lagi.

Nenek yang mengaku punya satu orang anak angkat ini bercerita bahwa anak angkatnya pun sudah dipanggil yang maha Kuasa dan meninggalkan dua orang cucu untuknya.

Mimpi Normah nenek 80 tahun untuk berangkat ke tanah suci kini terwujud meskipun tanpa suami disisi. Dari hasil menjual kebun kelapa miliknya dan suami, ia kini bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji seorang diri.

Dia terbang bersama rombongan kloter 10 BTH asal Bengkalis dan akan diberangkatkan dini hari nanti Minggu (14/07) pukul 00.15 WIB.(vera)
















Ā 

Ā