Siak (Inmas) โ Pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional Ke-3 Tahun 2018 di Ibu Kota Siak Sri Indrapura dihadiri sekitar 5000 Santri dari berbagai Daerah Se-Provinsi Riau. Pelaksanaan upacara dilaksanakan di Lapangan Tugu Depan Istana Siak, Sabtu (20/10/18).
Bertindak selaku Inspektur Upacara Yakni Sekda Provinsi Riau H. Ahmad Hijazi, Perwira Upacara Drs. H. Khairul Akhyar Ketua BKSPP Kab. Siak, Pemimpin Upacara H. Suryadi Sarian, S.Ag, MA Pimpinan Ponpes Alfath Mempura, Pembaca Resolusi Jihad Muhammad Hadi Pimpinan Ponpes Al-Fadlah Minas, Pembaca UUD 1945 Silvia Melati Santri Ponpes Ibnu Sina Siak, Pembaca Ikrar Santri Sri Nanda Santri Ponpes Nurul Yakin Dayun, Pengibar Bendera Purna Paskibraka Kab. Siak, Pembaca Doโa H. Abdul Rauf Pimpinan Ponpes Al-Fath Mepura, Aubade Santri Ponpes Bustanul Ulum dan Bahrul Ulum Dayun, Korsik Marching Band Siak, Pembaca Acara T. Maria Ulfa Santri Ponpes Ibnu Sian Siak.
Upacara tersebut dihadiri oleh Sekda Kab. Siak Drs. H.T Said Hamzah, Plt. Ka.Kanwil Kemenag Riau Drs. H. Mahyudin, MA, Pengurus FKPP Riau, Pengurus BKSPP Kab. Siak, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. H. Muharom, para tamu undangan dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, para pejabat di jajaran Kemenag Kabupaten / Kota Se-Riau, para utusan Pimpinan Ponpes Se-Riau dan para Pimpinan Ponpes Se-Kabupaten Siak.
Peserta upacara terdiri dari Santri dari Ponpes Utusan Daerah Se-Provinsi Riau dan Santri Ponpes Se-Kabupaten . Para Santri Yang mengikuti Upacara mengenakan seragam dan almamater dari masing-masing Pondok Pesantren. Adapun tema Hari Santri Nasional pada Tahun ini Yakni โ Bersama Santri Damailah Negeriโ.
Saat amanat Upacara, Inspektur Upacara Membacakan Amanat Menteri Agama Republik Indonesia Mengenai Upacara Hari Santri Nasional Ke-3 Tahun 2018. Dalam manat tersebut disebutkan bahwa Hari Santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi Islam di Indonesia. Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air, diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat. Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun. (Awl)