Pekanbaru (Inmas)- Sebanyak 113 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menerima Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Diklat Prajabatan CPNS Golongan I, II dan III Tenaga Honorer K1 dan K2 Angkatan I – XXV Tahun 2016 dari Balai Diklat dan Pelatihan Keagamaan Padang, Kamis (12/1/2017) di Aula Kanwil Kemenag Riau.
Penyerahan STTPP dilakukan secara simbolis oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahamad Supardi MA melalui Kasubag Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, HM Saman S Sos M Si di dampingi Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang H Soni Sofian SE M Pd, disaksikan oleh Kasi Diklat Adm H Aprianto MM dan Kasi Diklat Teknis H Suarlim S Sos M SI.
113 orang penerima STTPP tersebut berasal dari Satker Kemenag yang ada di Provinsi Riau dengan rincian, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau sebanyak 5 orang, Kementerian Agama Kota Pekanbaru 25 orang, Kementerian Agama Kota Dumai 5 orang, Kementerian Agama Kabupaten Kampar 6 orang, Bengkalis 17 orang, Rokan Hulu 4 orang, Rokan Hilir 12 orang, Kuantan Singingi 4 orang, Indragiri Hulu 6 orang, Indragiri Hilir 22 orang dan Kepulangan Meranti sebanyak 7 orang.
Kabag TU Kanwil Kemenag Riau HM Saman S Sos M Si dalam sambutannya menyebutkan, proses pengangkatan tenaga honorer K1 dan K2 di lingkungan Kemenag Provinsi Riau hampir tuntas 100 persen dengan jumlah 302 orang yang sudah memperoleh STTPP.
“Tadi kita telah menyerahkan STTPP sebanyak 113 orang, yang seharunya 128 orang. Tapi karena nomor registrasinya belum keluar dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) jadi belum bisa diserahkan. Selain itu, berdasarkan data BKN masih ada 6 yang dalam proses melengkapi bahan, mudah- mudahan semua bisa selesai tahun ini,” ujar Saman seraya berharap agar pegawai yang telah menerima STTPP sebagai syarat untuk jadi PNS 100 ?pat menjalankan tugas secara professional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Jangan sampai amanat yang telah diberikan oleh Negara, tidak dimanfaatkan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.
"Jangan sampai terjadi saat masih honor, sangat rajin dan disiplin, tapi setelah diangkat jadi PNS dengan menerima gaji pokok, tunjangan kinerja dan intensif lainnya yang cukup besar, justru bermalas- malasan dan terlena. Tapi jadikan SK PNS menjadi motivasi untuk memberikan kinerja yang lebih baik," tambanya.
Hal sema juga diungkapkan Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang H Soni Sofian SE M Pd, bahwa banyak kasus yang terjadi, saat pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS terlena dengan fasilitas yang diberikan Negara dengan tidak lagi bekerja professional.
"Hendaknya apa yang diperoleh hari ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik, sehingga pembangunan keagamaan dapat tercipta dengan baik," harapnya.
Sini mengungkapkan, proses prajabatan K1 dan K2 secara keseluruhan telah tuntas pada tahun 2016 dengan 25 angkatan dari 33 angkatan yang dianggarkan. Untuk Provinsi Riau, masih tersisa 15 STTPP yang belum diserahkan, karena nomor registrasinya belum keluar dari LAN.
"Setelah penyerahan ini, kami akan langsung ke Jakarta untuk menindaklanjuti STTPP yang belum tuntas. Sehingga proses pengangkatan K1 dan K2 dapat dituntaskan secepatnya. Dan untuk pegawai yang sudah menerima STTPP selenjutnya hendaknya berkoordinasi dengan satker masing- masing agar segera diusulkan jadi PNS," ungkapnya.
Lebih lanjut, Soni menjelaskan, Diklat K1 dan K2 sangat luar biasa, karena ditandatangani oleh 4 pimpinan satker dalam 4 tahapan, pertama ditandatangani oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang, setelah itu di tandatangani oleh Pusdiklat Administrasi di Jakarta, Biro Kepegawaian, dan tahap terakhir oleh Ketua LAN Banda Aceh. (mus/ady/jon/lul)

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/FICFu073ljo" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>