0 menit baca 0 %

SDM, Kemiskinan dan Persaudaraan yang Rapuh jadi Persoalan Mendasar Kab Kampar

Ringkasan: Kampar (Humas)- Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Kemiskinan dan Ukhuyah Islamiyah yang rapuh menjadi persoalan mendasar yang dihadapi kabupaten yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Sehingga perlu pemikiran dan upaya bersama untuk mencari solusi untuk mengatasinya.
Kampar (Humas)- Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Kemiskinan dan Ukhuyah Islamiyah yang rapuh menjadi persoalan mendasar yang dihadapi kabupaten yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Sehingga perlu pemikiran dan upaya bersama untuk mencari solusi untuk mengatasinya. Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Kampar, H Burhanuddin MM, Sabtu malam saat menghadiri Penutupan Sementara Wirid Syarikat Ubudiyah Naqsyabandiyah Kecamatan Kampar Timur dan Kecamatan Tambang di Masjid Takwa Danto Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampar Timur Kabupaten Kampar 16 Juni 2011/ 14 Sya`ban 1432 H yang dihadiri Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Camat Kampar Timur, Camat Tambang, Kepala KUA se Kabupaten Kampar, Lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ratusan jamaah Syarikat Ubidiyah Naqsyabanddiyah. Dalam acara tersebut, Bupati Kampar memaparkan secara panjang lebar tiga permasalahan yang dihadapi Kampar saat ini. Rendahnya kualitas SDM tidak terlepas dari permasalahan pendidikan, walaupun tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu secara nasional Provinsi Riau masuk lima besar, namun kualitas atau mutu pendidikan masih sangat memprihatinkan. "Nilai tinggi bukan jaminan kualitas pendidikan kita baik, karena terbukti banyak sekali siswa- siswi kita yang gagal masuk perguruan tinggi negeri. Kalaupun ada yang lulus SNMPTN rata- rata pada jurusan sosial, agama, dan hukum, sangat jarang sekali yang mampu masuk pada jurusan eksakta. Begitu juga saat pembukaan penerimaan CPNS di Kampar untuk formasi analisis kimia dan fisika, tidak ada orang Kampar yang mendaftar tapi saat formasi penerimaan CPNS untuk guru agama dan jurusan sosial lainnya, pelamar langsung membludak, bahkan bisa berbanding 1/ 800 pelamar. Ini fenomena yang sangat memprihatinkan kita," ungkapnya dengan penuh rasa prihatin. Untuk itu, sistem pendidikan perlu dikoreksi dan dievaluasi untuk mengejar ketertinggalan SDM di Kampar khusunya. Karena apa yang terjadi tersebut, Burhanuddin menilai bukan karena kurangnya jumlah guru yang mengajar di sekolah- sekolah, tetapi penyebaran dan kualifikasi yang tidak tepat sasaran. Akibatnya, dalam satu sekolah sering terjadi ketimpangan, bahkan ada satu sekolah di Kampar jumlah guru agamanya mencapai 14 orang sementara bidang studi agama di sekolah hanya dua jam dalam satu minggu. "Mari kita bersama- sama mencari paramter dan indikator- indikator yang dapat meningkatkan kualitas SDM kita, khususnya pada sekolah- sekolah. Karena jika ini tidak kita perhatikan, lambat laun daerah kita bisa dikuasai oleh orang- orang yang menguasai ilmu eksakta dari luar daerah dan menyisihkan putra daerah kita," tegasnys. Begitu juga dengan persoalan kemiskinan, secara presentase kemiskinan di Kampar sudah turun namun jika tidak waspadai jumlah kemiskinan bisa membludak tajam jika masyarakat Kampar tidak merubah cara fikir yang ingin kaya dengan cara pintas seperti menjual lahan dan perkebunan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terlalu mendesak. Permasalahan lain yaitu rapuhnya ukhuwah islamiyah dalam masyarakat, sehingga mudah terhasut, adanya rasa benci, curiga dan lain sebagainya. Sehingga kehidupan bermasyarakat tidak dengan kebersamaan dan kekeluargaan, tapi lebih menonjolkan ego individual atau kelompok. Kondisi tersebut dipucu oleh semakin rendahnya nilai- nilai keagamaan yang tersebar di masyarakat. "Harus kita mulai dari anak- anak kita, dengan memperhatikan pendidikan dan pergaulannya, karena saat pondasi keagamaan pada anak sudah sangat lemah, banyak anak pintar tapi tidak memiliki karakter, sopan santun atau etika. Mereka lebih sibuk dengan dunia masing-masing, sms an, internetan dan lain sebagainya," kata Burhanuddin. Terhadap persoalan tersebut, Kementerian Agama (kemenag) bersama Pemda Kampar, kata Burhanuddin, telah mengusulkan beberapa rancangan peraturan daerah (Ranperda) ke legislatif. Diantaranya, Ranperda tentang wajib PDTA bagi murid SD yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMP sederajat, Ranperda Kombinasi Arab Melayu disetiap plank dan papan nama, dan Ranperda Calon Pengantin harus pandai mengaji. (msd)