0 menit baca 0 %

Satukan Persepsi, Pengurus DPW FK KBIH Riau Audiensi dengan Kemenag Riau

Ringkasan: Riau (Inmas)- Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan terhadap Jamaah Calon Haji (JCH) dengan pemberian bimbingan manasik yang sesuai standar, Dewan Perwakilan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (DWP FK KBIH) melakukan audiensi dengan Kementerian Agama Provinsi Riau, Jumat (27/...

Riau (Inmas)- Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan terhadap Jamaah Calon Haji (JCH) dengan pemberian bimbingan manasik yang sesuai standar, Dewan Perwakilan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (DWP FK KBIH) melakukan audiensi dengan Kementerian Agama Provinsi Riau, Jumat (27/7/2018) di Ruang Rapat Kakanwil Kemenag Riau.

Kedatangan rombongan DWP FK KBIH Riau yang diketuai oleh Dr H Azwar Aziz SH M SI, disambut oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang diwakili oleh Kasi Sistem Informasi Haji, Drs H Asril.  Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, didapatkan beberapa kesepatakan diantaranya perlu keseragaman dalam penetapat tariff dan materi manasik haji yang diberikan kepada jamaah.

Ketua Umum DWP FK KBIH Riau Dr H Azwar Aziz SH M SI menyebutkan, DWP FK KBIH Provinsi Riau telah terbentuk dengan SK dikeluarkan oleh pusat. Untuk itu perlu bimbingan dan arahan terkait dengan peran dan fungsi KBIH yang ada di Riau untuk masa mendatang.

“Dari hasil pertemuan kita, Alhamdulillah dari arahan yang disampaikan Bapak Kakanwil mengarahkan KBIH Riau yang lebih baik, diantaranya perlu adanya kekompakan sehingga lahir keserahaman pelaksanaan manasik, baik dari sisi materi maupun dari sisi cost. Selain itu, agar timbul keadilan, kita akan membagi jamaah perwilayah dan jumlah peserta manasik dengan jumlah tertentu. Dan ini akan kita terapkan pada musim haji tahun 2019 mendatang,” jelasnya.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA usai pertemuan mengatakan, KBIH merupakan mitra strategis Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam memberikan manasik haji kepada JCH secara mandiri.

“Sebelum kita memberikan manasik kepada JCH, terlebih dahulu KBIH sudah memberika manasik secara mandiri kepada jamaah, tentu langkah yang sangat bagus. Sehingga saat manasik tingkat Kecamatan yang resmi dilakukan oleh pemerintah, JCH tinggal pemantapan saja karena sudah mendapatkan ilmu dari KBIH,” jelasnya.

Untuk itu, terhadap peran besar KBIH, Ahmad Supardi berharap agar KBIH dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan berlaku. “KBIH supaya meluruskan niat bahwa ini bukan semata-mata bisnis., mencari materi semata tetapi ini bisnis mencari pahala dari Allah SWT karena kita memberikan pengalaman yang sangat berharga, ilmu pengetahuan yang sangat berharga kepada jamaah kita untuk mengantarkan jamaah kita menjadi haji mabrur,” ujarnya dan menghimbau agar KBIH se Provinsi Riau menjaga kekompakan, sakubg kerjasama dan saling memperhatikan.

“Jangan sampai ada KBIH besar sebesar-besarnya untungnya banyak, penghasilannya banyak, jamaahnya banyak. Lalu, ada KBIH yang hanya ada 2 atau 3 orang saja, dan untuk melaksanakan manasik sendiripun sangat tidak memungkinkan,” ujarnya.

Ditambahkan Kasi Sistem Informasi Haji, Drs H Asril, terhadap FK KBIH Provinsi Riau yang baru terbentuk hendaknya dapat memberikan kontribusi yang positif sesuai tugas dan fungsi yaitu memberikan ilmu tentang manasik haji.

“FK KBIH hendaknya dapat merumuskan program kerja, termasuk biaya dan materi-materi yang akan disampaikan kepada jamaah selain melibatkan Kementerian Agama sehingga senantiasa berjalan diatas alur. Terhadap KBIH yang masa izinnya habi hendaknya melakukan pengurusan perpajangan, dan yang yang ingin mendirikan KBIH tentu harus melalui prosedur dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Kemenag,” ujarnya. (mus/ady/win/kha)