Riau (Inmas)- Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
terhadap Jamaah Calon Haji (JCH) dengan pemberian bimbingan manasik yang sesuai
standar, Dewan Perwakilan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah
Haji (DWP FK KBIH) melakukan audiensi dengan Kementerian Agama Provinsi Riau, Jumat
(27/7/2018) di Ruang Rapat Kakanwil Kemenag Riau.
Kedatangan rombongan DWP FK KBIH Riau yang diketuai oleh Dr
H Azwar Aziz SH M SI, disambut oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi
MA, didampingi Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang diwakili oleh Kasi
Sistem Informasi Haji, Drs H Asril. Dalam
pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, didapatkan beberapa
kesepatakan diantaranya perlu keseragaman dalam penetapat tariff dan materi
manasik haji yang diberikan kepada jamaah.
Ketua Umum DWP FK KBIH Riau Dr H Azwar Aziz SH M SI
menyebutkan, DWP FK KBIH Provinsi Riau telah terbentuk dengan SK dikeluarkan
oleh pusat. Untuk itu perlu bimbingan dan arahan terkait dengan peran dan fungsi
KBIH yang ada di Riau untuk masa mendatang.
“Dari hasil pertemuan kita, Alhamdulillah dari arahan
yang disampaikan Bapak Kakanwil mengarahkan KBIH Riau yang lebih baik, diantaranya
perlu adanya kekompakan sehingga lahir keserahaman pelaksanaan manasik, baik
dari sisi materi maupun dari sisi cost. Selain itu, agar timbul keadilan, kita
akan membagi jamaah perwilayah dan jumlah peserta manasik dengan jumlah
tertentu. Dan ini akan kita terapkan pada musim haji tahun 2019 mendatang,”
jelasnya.
Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad
Supardi MA usai pertemuan mengatakan, KBIH
merupakan mitra strategis Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya
dalam memberikan manasik haji kepada JCH secara mandiri.
“Sebelum kita memberikan manasik kepada JCH, terlebih
dahulu KBIH sudah memberika manasik secara mandiri kepada jamaah, tentu langkah
yang sangat bagus. Sehingga saat manasik tingkat Kecamatan yang resmi dilakukan
oleh pemerintah, JCH tinggal pemantapan saja karena sudah mendapatkan ilmu dari
KBIH,” jelasnya.
Untuk itu, terhadap peran besar KBIH, Ahmad Supardi
berharap agar KBIH dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan
berlaku. “KBIH supaya meluruskan niat bahwa ini bukan semata-mata bisnis., mencari
materi semata tetapi ini bisnis mencari pahala dari Allah SWT karena kita
memberikan pengalaman yang sangat berharga, ilmu pengetahuan yang sangat
berharga kepada jamaah kita untuk mengantarkan jamaah kita menjadi haji mabrur,”
ujarnya dan menghimbau agar KBIH se Provinsi Riau menjaga kekompakan, sakubg kerjasama
dan saling memperhatikan.
“Jangan sampai ada KBIH besar sebesar-besarnya
untungnya banyak, penghasilannya banyak, jamaahnya banyak. Lalu, ada KBIH yang
hanya ada 2 atau 3 orang saja, dan untuk melaksanakan manasik sendiripun sangat
tidak memungkinkan,” ujarnya.
Ditambahkan Kasi Sistem Informasi Haji, Drs H
Asril, terhadap FK KBIH Provinsi Riau yang baru terbentuk hendaknya dapat
memberikan kontribusi yang positif sesuai tugas dan fungsi yaitu memberikan
ilmu tentang manasik haji.
“FK KBIH hendaknya dapat merumuskan program kerja, termasuk
biaya dan materi-materi yang akan disampaikan kepada jamaah selain melibatkan
Kementerian Agama sehingga senantiasa berjalan diatas alur. Terhadap KBIH yang masa
izinnya habi hendaknya melakukan pengurusan perpajangan, dan yang yang ingin
mendirikan KBIH tentu harus melalui prosedur dan memenuhi persyaratan yang
telah ditetapkan Kemenag,” ujarnya. (mus/ady/win/kha)