0 menit baca 0 %

Satu Jemaah yang Tanazul ke Kloter BTH 28 DiLarikan Ke RSBP Batam

Ringkasan: Riau (Inmas)- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah berhasil memulangkan jamaah sakit ke Indonesia. Termasuk jemaah yang sakit dari Provinsi Riau. Diharapkan jamaah sakit segera membaik kondisinya ketika bertemu dengan keluarga di Tanah Air.Drs H Suhardi Hasan MA selaku perwakila...

Riau (Inmas)- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah berhasil memulangkan jamaah sakit ke Indonesia. Termasuk jemaah yang sakit dari Provinsi Riau. Diharapkan jamaah sakit segera membaik kondisinya ketika bertemu dengan keluarga di Tanah Air.

Drs H Suhardi Hasan MA selaku perwakilan dari PPIH Embarkasi/debarkasi Haji Antara Riau mengatakan, jamaah haji sakit dipulangkan dengan pesawat bersama kelompok terbang (kloter) yang ada ke Bandara Hang Nadim Batam. Hal itu diutarakannya melalui via WhatsApp, Jum'at (13/09) sekitar pukul 17.10 WIB kepada humas.

Untuk jemaah atas nama Sunaryo bin Sunardi asal Inhil BTH 03 yang diterbangkan melalui Bandara AMMA Madinah ke Batam dengan Kloter BTH 28 telah mendarat dengan selamat tadi malam Kamis (12/09) di Bandara Hang Nadim Batam.

Hanya saja tidak langsung diterbangkan ke Pekanbaru. Begitu turun dari pesawat jemaah langsung disambut ambulans dan dilarikan ke rumah sakit RSBP Batam untuk mendapatkan perawatan.

Jemaah yang sakit yang berusia 75 tahun mengidap penyakit trakeostomi dengan acute respiratory failure. 

Sebelumnya Ia telah menjalani perawatan medis dalam waktu yang cukup panjang di Al Noer Hospital Arab Saudi. 

Suhardi menyebut saat ini kondisi jemaah masih dalam tindakan medis di ruangan ICU oleh dokter di RSBP Batam. “Kondisi jemaah cukup mengkhawatirkan, makanya langsung dibawa ke RS untuk diopname begitu turun pesawat, katanya.

Pihaknya mengaku setelah dilakukan cek ulang terhadap jemaah oleh pihak dokter rumah sakit. Jemaah langsung dimasukkan ke ruang ICU.

Selaku petugas PPIH EHA Riau, sebelumnya Suhardi sudah  berkoordinasi dengan pihak keluarga jemaah untuk meminta izin agar jemaah untuk masuk keruangan ICU dan setelah mendapat izin pihaknya langsung menanda tangani malam itu juga, sebutnya.

Selain itu terkait kapan dan bagaimana pemulangan jemaah ke Pekanbaru masih menunggu kondisi jemaah hingga layak terbang ke Pekanbaru.

“Yang pasti jemaah masih diruangan ICU dan ditemani oleh tiga pihak keluarga anak beserta menantunya”, ujar Suhardi.

Kendati pihak keluarga ingin Sunaryo segera dipulangkan, namun kondisinya masih harus dirawat dulu. “Kita akan terus pantai dan berkomunikasi dengan pihak keluarga terkait perkembangan sakit jemaah, tukas Suhardi.

Kalau kondisi jemaah membaik, kita akan upayakan bisa pulang bersama dengan jemaah Riau yang terbang dengan Kloter BTH 29 besok. Namun, bila tidak pihak Lion tetap akan menunggu hingga jemaah bisa diterbangkan ke Pekanbaru, kata Suhardi.

Jemaah yang sakit ini, mereka ada yang dalam posisi duduk, berbaring maupun setengah berbaring saat dipulangkan ke tanah air.

Tidak semua jamaah haji sakit dapat dipulangkan sekarang. Pihaknya harus menunggu kondisi jamaah tersebut layak terbang. Jika memang kondisinya sudah layak terbang maka bisa segera diberangkatkan ke Tanah Air.

Hingga saat ini, masih ada jemaah lagi yang tengah dirawat karena sakit. Mereka adalah jemaah atas nama Azwir Ahmad Hasan BTH 05 yang dirawat di KKHI Mekkah.

Satu lainnya jemaah atas nama Hasna Simet Songka asal Bengkalis BTH 20. Ia dirawat di Rumah Sakit King Faisal Syisa Mekkah.

Menurutnya, PPIH tahun ini lebih proaktif dalam melakukan tanazul (mutasi antar kloter) bagi jamaah haji sakit. Karena itu, jumlah jamaah sakit yang berhasil dipulangkan juga cukup banyak. Ini merupakan hasil kerja sama dengan Kemenag dan pihak terkait, tandasnya.(vera)