Satu Jamaah Inhu Wafat di RS Otorita Batam
Ringkasan:
Batam, (Humas) Seorang jamah haji asal Kabupaten Indragiri Hulu yang tergabung dalam kloter 6 BTH yang telah mendarat pada tanggal 27 November 2010 beberapa waktu yang lalu atas nama Hj. Fatimah binti Sicak mengembuskan nafas terakhir berpulang ke Rahmatullah hari ini (29/11) sekitar pukul 20.05 wib...
Batam, (Humas) Seorang jamah haji asal Kabupaten Indragiri Hulu yang tergabung dalam kloter 6 BTH yang telah mendarat pada tanggal 27 November 2010 beberapa waktu yang lalu atas nama Hj. Fatimah binti Sicak mengembuskan nafas terakhir berpulang ke Rahmatullah hari ini (29/11) sekitar pukul 20.05 wib. Informasi wafat almarhumah tersebut disampaikan Sekretaris PPIH Debarkasi Batam H. Erizal Abdullah saat mengunjungi Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) sekitar pukul 20.30 wib.
Lebih lanjut H. Erizal mengatakan jamaah yang wafat di RSOB bernama Hj. Fatimah binti Sicak, lahir di Bongkal Malang Inhu pada tanggal 31 Desember 1939, yang beralamat di Kelurahan Bongkal Malang kecamatan pasir penyu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau.
Saat turun dari pesawat Saudia setibanya di bandara Hang Nadim, Almarhumah diturunkan dengan menggunakan tandu dari petugas kesehatan. Karena kondisi yang terlalu lemah Hj. Fatimah binti Sicak dibawa ke RSOB pada hari itu juga (27/11) beserta suaminya bapak Mat Kari bin Abdul rahman. Setelah mendapat perawat selama dua hari di RSOB, kesehatan almarhumah tidak juga kunjung membaik dan hari ini (29/11) Allah berkehendak lain, pukul 20.05 wib almarhumah menghebuskan nafas yang terakhir langsung disaksikan oleh suami dan tiga orang anaknya.
Suami almarhum Hj. Fatimah binti Sicak yakni bapak Mat Kari bin Abdul rahman saat ditemui tampak tegar atas musibah ini, di tanah suci almarhumah tampak sehat, bahkan saat tawaf maupun ibadah lainnya istrinya masih terlihat sehat, dan jarang mengeluh tentang kesehatannya. namun Allah berkehendak lain. ungkapnya.
H. Mat Karim menyebutkan bahwa saat pesawat akan landing di bandara terjadi hentakan yang mungkin ditimbulkan dari pertemuan roda pesawat dengan landasan, guncangan itulah yang menyebabkan almarhum terkejut sehingga menjadi lemah dan harus memakai tandu saat diturunkan dari pesawat untuk dilarikan kerumah sakit.
Adapun penyebab wafat jamaah tersebut disebabkan oleh ganguan sistem sirkulasi cardiac arrest, namun informasi tertulis tentang sebab wafat tersebut belum diterima, sebabkan segala adminstrasi tersebut baru akan diurus esok hari. Malam ini almarhum akan tempatkan diruang jenazah terlebih dahulu dan esok harinya barulah akan diselenggarakan prosesi jenazah seperti memandikan jenazah. Usai proses tersebut jenazah akan dimasukkan kedalam peti jenazah yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan.
Untuk jadwal pemulangan jenazah kedaerah Erizal menuturkan almarhumah beserta keluarga akan diterbangkan dari Batam dengan penggunakan pesawat sekitar pukul 13.00wib. Jenazah akan dibawa langsung dari RSOB menuju bandara dengan menggunakan ambulan. Adapun biaya pengurusan seperti penyelenggaraan jenazah di RSOB, peti jenazah dan izin dari kepolisian ditanggung oleh PPIH Debarkasi Batam. PPIH juga mengutus petugas untuk proses tersebut hingga nantinya jenazah akan diserahkan kepada petugas daerah Indragiri Hulu.
Atas berpulangnya kerahmatullah almarhum Hj. Fatimah binti Sicak PPIH Debarkasi Batam mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, kepada keluarga yang ditinggalkan PPIH menghimbau agar tertap tegar dan sabar atas sesuatu yang sudah ditetapkan Allah, mari kita doakan mudah-mudahan seluruh amal ibadah dan haji yang dilaksanakan diterima dan ditempatkan disisi yang mulia disisi Allah Swt.(nik)
Foto: Alm Hj. Fatimah binti Sicak saat diturunkan dari pesawat di bandara Hang Nadim.