0 menit baca 0 %

Sarpeli: Memahami Makna Hijrah dan Syukur Nikmat dari Pergantian Tahun Baru Hijriyah

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Kegiatan rutin Pembinaan Mental dan Rohani Pegawai kembali dilaksanakan pada pagi Jum'at (21/09/2018), kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi yang dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas yang masih berada di lingkungan kantor.

Kuansing (Inmas), Kegiatan rutin Pembinaan Mental dan Rohani Pegawai kembali dilaksanakan pada pagi Jum'at (21/09/2018), kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi yang dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas yang masih berada di lingkungan kantor. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Zulkifli, S.Pd.I, setelah itu dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kasi PAKIS H. Sarpeli, M.Ag.

Dalam tausiyahnya H. Sarpeli menyampaikan, "Ditahun baru Hijriyah ini, semestinya ada peningkatan dalam hidup kita, baik dari segi urusan dunia terlebih lagi urusan akhirat. Kata Hijriyah berasal dari dari kata Hijrah, yang berarti tahun hijriyah dihitung mulai dari peristiwa Hijrahnya Nabi SAW. Hijrah secara makna artinya adalah berpindah, dapat juga dimaknai dengan berpindah dari sesuatu yang tidak baik kepada sesuatu yang lebih baik."

"Sebagai contoh adalah, kalau dulu kita kurang mensyukuri nikmat yang ada pada kita, maka mulai saat ini syukurilah semua nikmat yang telah diberikan kepada kita. Tentang syukur nikmat ini ada sebuah kisah..." lanjut H. Sarpeli sambil menghela napas.

Suatu ketika ada seorang tokoh sufi bernama Ibrahim bin Ad-Dham berjalan melewati gerbang kota, disalah satu sudut terlihat seorang laki-laki yang tidak memiliki tangan dan kaki sedang terduduk, dan kepalanya mendongak ke langit dengan posisi mulut terbuka.

Ketika Ibrahim bin Ad-Dham melewatinya, ia mengeluarkan sepotong roti dan meletakkannya di mulut laki-laki tersebut. Saat ada roti yang masuk ke mulutnya, laki-laki tersebut berkata dengan kesungguhan yang amat sangat, "Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas nikmat besar yang telah Engkau berikan kepadaku."

Mendengar ucapan laki-laki tersebut, Ibrahim bin Ad-Dham pun kagum. Karena dengan kondisi tubuhnya yang sedemikian rupa, ia masih bisa mengucapkan syukur atas apa yang diterimanya. Ibrahim bin Ad-Dham pun mendekat kepada laki-laki tersebut dan berkata, "Aku mendengar engkau mengucapkan syukur ketika aku berikan roti, apa yang mendorongmu untuk berkata demikian?" tanya Ibrahim bin Ad-Dham selanjutnya.

Laki-laki tersebut menjawab, "Wahai Ibrahim bin Ad-Dham..," Ibrahim bin Ad-Dham terkejut laki-laki tersebut mengenalnya, padahal matanya tidak bisa melihat. Laki-laki itu pun melanjutkan, "Seperti yang engkau lihat, aku tidak memiliki apa-apa untuk berusaha mendapatkan makanan. Maka ketika ada roti yang masuk kedalam mulutku, lidahku merasakan kenikmatan yang luar biasa, dan ketika roti itu sampai kedalam lambungku, maka seketika itu juga aku merasakan kenikmatan dan rasa laparku pun hilang. Oleh sebab itulah aku bersyukur atas nikmat luar bisa yang telah kuterima."

Karena masih penasaran, Ibrahim bin Ad-Dham pun kembali bertanya, "Lalu, bagaimana engkau bisa mengenalku padahal matamu tidak bisa melihat?"

Laki-laki itu menjawab, "Aku memang tidak memiliki mata untuk melihat, namun atas izin Allah aku bisa mengenali setiap orang yang lewat di depanku. Kendatipun aku tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap, namun aku masih memiliki lidah untuk mengucapkan syukur atas apa yang aku terima. Dan aku juga masih memiliki hati yang masih bisa tetap bersyukur dan merasakan nikmat Allah yang tidak pernah berhenti untukku."

"Begitulah kisah dari orang yang pandai bersyukur dalam keadaan yang dimilikinya, sekarang bagaimana dengan kita, yang masih memiliki anggota tubuh yang lengkap dan badan yang sehat. Semoga dengan pergantian tahun baru Hijriyah ini, amal ibadah kita dapat bertambah baik dari hari kehari, dan menjadi manusia yang pandai bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita," ucap H. Sarpeli diakhir tausiyahnya. (N/R)