Meranti (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti sampaikan tausiyah di Masjid Al-Falah Dusun Terentang Desa Sialang Pasung Kecamatan Rangsang Barat. Kamis (19/3/2020).
Sebelum menyampaikan tausiyah beliau, Kakan Kemenag Kepulauan Meranti menghimbau kepada para jamaah untuk duduk saling berjauhan, dan beliau memberikan sedikit edukasi tentang corona sesuai dengan protap yang di instruksikan oleh WHO.
Dalam salah satu Edukasinya H.Agustiar Meminta jamaah melazimkan Wuduk, karena selain sebagai syarat wajib sebelum melaksanakan perintah shalat, wudhuk adalah merupakan salah satu cara yang efektif dalam menangkal virus dan penyakit.
Dalam tausiyah nya Menurut Kakan Kemenag Isra' Mi'raj adalah merupakan ujian iman. Hal itu sejalan dengan kewajiban untuk istiqamah dalam memegang iman menghadapi kemajuan zaman saat ini.
“Ketika itu, ada 3 sikap manusia setelah mendengarkan cerita Rasulullah bahwa beliau telah menjalani peristiwa Isra’ Mi’raj yakni ada yang sudah beriman bertambah imannya, yang ragu-ragu kembali kepada agama terdahulu, serta ada pula yang mendustakan kejadian istewa Isra’ Mi’raj tersebut,” ujar H.Agustiar.
Isra' Mi'raj bukan hanya harus kita peringati saat ini, Melainkan adalah peristiwa besar yang banyak makna didalam nya, tidak hanya menghibur nabi Muhammad yang sedang berduka karena meninggal nya 2 orang sosok yang menjadi pendorong kuat Rasullullah dalam berdakwah, yaitu paman dan istri tercinta beliau.
Peristiwa isra' mi'raj ini juga sebagai pembuktian bahwa perintah shalat 5 waktu adalah perintah yang sangat istimewa, tidak seperti biasa hanya melaui wahyu, namun lebih dari pada itu Rasulullah langsung menghadap Allah di Sidrotul Muntaha untuk menjemput perintah shalat 5 waktu ini. Terang beliau
Kemudian H.Agustiar juga menyampaikan bahwa Untuk menurunkan perintah shalat ini jangan dibayangkan dengan imajinasi manusia, karena peristiwa ini adalah sebuah keajaiban, diluar jangkauan pengetahuan manusia. Dari sini dapat kita lihat betapa pentingnya ibadah salat itu. Dengan jumlah 5 waktu salat itupun masih banyak yang lalai mengerjakannya.
Untuk itu, kepada generasi muda Dusun Terentang, hendaknya perkuat pondasi agama yaitu shalat, jika shalat sudah aman, maka dalam menghadapi kehidupan di dunia ini insya Allah terjaga dari perbuatan dosa besar, karena salat adalah bukti kita tunduk dan takut kepada Allah SWT.
Dengan shalat juga tanpa kita sadari kita telah mencegah penyakit corona, karena kita suci dengan whuduk dan kemudian kita menghadap Allah dengan tenang melalui shalat yang membuat imunitas tubuh kita menjadi kuat untuk menangkal penyakit dan virus.
H.Agustiar juga menegaskan bahwa shalat merupakan kewajiban setiap umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan, seperti diterangkan dalam Surat Al Isra ayat 1 yang artinya Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami, Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Selanjutnya H.Agustiar kembali menuturkan, terdapat tiga amal yang paling dicintai Allah SWT. Ketiga amal itu adalah shalat di awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua, serta berjihad di jalan Allah SWT.
“Mari kita jalankan tiga amal ibadah tersebut dengan niat ikhlas semata karena Allah,” pungkas Kakan Kemenag.