Meranti (Inmas)– Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Agustiar.S.Ag, mengisi ceramah pada peringatan Isra` Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di Masjid Almunawwaroh, Jalan Perjuangan Desa Alahair. sabtu (14/03/2020)
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Alahair Edi Amin.S.Pd.i, pengasuh-pengasuh pondok pesantren diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi, penyuluh agama, Tokoh masyarakat dan Jama'ah Masjid Al'Munawwaroh.
Dalam ceramahnya, Kepala Kantor menjelaskan bahwa Isra` Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu hanya satu malam. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam.
Lebih lanjut Kepala Kantor juga menjelaskan bahwa Isra` dan Mi’raj merupakan dua cerita perjalanan yang berbeda. Isra` merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, sedangkan Mi’raj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, untuk menerima perintah di hadirat Allah SWT.
“Peristiwa Isra` Mi’raj merupakan peristiwa yang berharga bagi umat Islam, karena ketika itulah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti Nabi Muhammad.S.A.W” ungkap H.Agustiar.
Oleh karena itu, tambahnya, shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan antara seorang hamba dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian.
“Perintah sholat dalam perjalanan Isra` dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual maupun perspektif rasional Isra` Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat Islam serta hanya bisa di pahami dengan Iman,” jelas beliau
Di akhir ceramah, H.Agustiar menegaskan bahwa siapapun orangnya tidak boleh seenaknya meninggalkan kewajiban shalat, karena akibatnya merugikan diri kita sendiri, akan menjadi orang yang menyesal selama-lamanya di akhirat kelak jika tidak secepatnya bertaubat kepada Allah, Karena kita tidak ada yang tahu kapan kematian akan menjemput kita.
Untuk itu marilah kita berusaha sebaik mungkin dalam menunaikan kewajiban shalat sehari-hari dengan tulus ikhlas hanya mengharap keridhoan Allah semata, pangkas H.Agustiar.
(Tim Inmas)