Bengkalis
(Inmas) – Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, banyak cara yang dilakukan oleh
lembaga pendidikan untuk menumbuhkan semangat dalam menuntut ilmu bagi peserta
didiknya. Salah satunya kegiatan Muhadhoroh Ceria yang digelar di Pondok
Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Duri, pada Kamis (01/08/2019).
Selain untuk
menyambut awal tahun ajaran, kegiatan muhadhoroh ceria  tersebut juga sebagai pembuka kegiatan
muhadhoroh mingguan, yang rutin dilaksanakan di PPM Muhammadiyah Duri setiap Kamis
malam setelah shalat Isya. Kegiatan muhadhoroh tersebut sebagai ajang untuk
mengasah dan melatih bakat para siswanya di bidang pidato bahasa Indonesia,
bahasa Arab dan bahasan Inggris dan juga kreasi seni.
Kepala MTs
Muhammadiyah Duri Muhammad Silmi Kaffah SPdI sangat mengapresiasi kegiatan ini,
karna melalui kegiatan muhadhoroh ini, santri bisa menyalurkan bakat dan
kreasinya di bidang pidato dan juga seni, sehingga disinilah, nantinya mereka
bisa mengembangkan bakatnya tersebut.
Kegiatan
muhadhoroh ceria ini adalah yang perdana dilaksanakan di PPM Muhammadiyah Duri,
selanjutnya Muhammad Silmi sangat mengharapkan agar kegiatan ini bisa menjadi
agenda tahunan di Pondok Pesantren ini dan menjadi salah satu program yang diprioritaskan.
Kegiatan
yang digelar di halaman Ponpes Modern Muhammadiyah jalan KH Mas Mansoer Desa
Petani Kecamatan Bathin Solapan Bengkalis ini, dihadiri seluruh orang tua/ wali
santri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Petani Rasikun. Â
Dalam
pidatonya Rasikun menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang
setinggi-tinggonya serta siap mendukung program dan kegiatan yang diadakan di
Pondok Pesantren tersebut. Selanjutnya, Kades Petani ini akan memasukan dalam
anggaran Desa berupa bantuan pengadaan sumur bor dan kamar mandi untuk Ponpes
Muhammadiyah Duri.
Adapun rangkaian acara pada
kegiatan muhadhoroh ceria ini, yaitu tari persembahan, penampilan pencak silat
tapak suci, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Jawa, pidato bahasa Minang,
pidato bahasa Inggris dan pidato bahasa Indonesia serta penampilan drama dari
santri Pondok pesantren Muhammadiyah Duri. (tfk)