0 menit baca 0 %

Sambut Audiensi Aisyiyah, Begini Kata Kakanwil

Ringkasan: Riau (Inmas) Bertempat di Aula mini Kakanwil pada Senin sore, Kakanwil menerima kunjungan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Riau. Terimakasih sebesar-besarnya kepada Aisyiah Provinsi Riau Ibu Syariah beserta seluruh pengurus yang hadir pada kesempatan hari ni karena ini merupakan silaturrahmi yang...

Riau (Inmas) – Bertempat di Aula mini Kakanwil pada Senin sore, Kakanwil menerima kunjungan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Riau. “Terimakasih sebesar-besarnya kepada Aisyiah Provinsi Riau Ibu Syariah beserta seluruh pengurus yang hadir pada kesempatan hari ni karena ini merupakan silaturrahmi yang sangat baik antar Pemerintah  dengan Organisasi keagamaan”, ucap Ahmad Supardi mengawali sambutannya.

Pejabat yang baru saja menyelesaikan Doktor tersebut mengaskan secara prinsip organisasi keagaamaan ini langsung membawahi masyarakat, hal ini berarti kerja sama yang sangat urgen yang dilakukan Kementerian Agama dengan Ormas Keagamaan. “Akan  ada sejumlah program yang wajib disepakati bersama. Apalagi kegiataan ini berkenaan dengan Pembinaan Perkawinan Pra Nikah  yang merupakan kegiatan utama. Saat ini  Kementrian Agama tengah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap bimbingan perkawinan Pra Nikah”, jelasnya.

Hal tersebut,menurutnya  beberapa persoalan yang kita hadapi membutukan tindakan-tindakan kongkrit yang harus kita lakukan sebagai lemabaga keagamaan, sebagai contoh umpama nya angka perceraian kita pada saat ini menembus angka 29%  Tahun ini dari total perkawinan itu berarti kalau 29% kita genapkan jadi 30%, itu berarti bahwa kalau 10 orang menikah berarti 3 pasang bercerai, ini merupakan angka yang sangat besar, apalagi angka ini merupakan data resmi di Kementrian Agama, belum lagi termasuk yang tidak resmi.

“Mirisnya, tambah Ahmad Supardi terjadi perubahan paradigma ditengah masyarakat sekarang, Jika dulu kalimat talak begitu menakutkan untuk diucapkan, namun sekarang berbanding terbalik, kalimat sakral tersebut mudah dilontarkan oleh seorang istri kepada suami dalam hal yang sepele”, terangnya.

Hal ini merupakan tantangan dan PR besar bagi Kemenag sebagai lembaga keagamaan yang menaungi masyarakat dalam bidang agama. “Kebutuhan umat ini berada di pundak Kemenag “, tandas bapak tiga anak tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau H Afrialsyah Lubis, mengatakan bimbingan   calon penganten yang diberi istilah Binwin Pra nikah tersebut insyallah ada dalam anggaran Kemenag. “ Untuk kanwil kementrian agama provinsi riau ada sebanyak 60 orang. Jika dikali 10 angkatan berarti totalnya 600 orang. Kalau kita kalikan kita bagi dua berarti 300 pasang pengantin”, ucapnya.

“Insyallah bisa kita laksanakan setelah kita melakukan MoU dengan pimpinan wilayah aisyah Provinsi Riau yang berfungsi  untuk mempersiapkan calon penganten tersebut. “Kalau sudah ada calon pengantennya, kita akan lakukan bimbingan kepada yang bersangkutan agar apa yang disampaikan pak kanwil tadi, jangan terjadi lagi angka perceraian yang sangat banyak sampai 30% untuk provinsi Riau ini”, ungkap Afrialsyah.

Mudah-mudahan MoU segera bisa dilaksanakan dan kita harapkan kepada pimpinan wilayah Aisyatul Aisyah  Riau untuk dapat mencari peserta  pengantin tersebut, sesuai dengan juknis yang telah diberikan oleh pak dirjen bimnas kepada Aisyiyah tersebut, pungkasnya.(vera/yesi)