0 menit baca 0 %

Sambut Akreditasi Madrasah, Bidang Penmad Gelar Workshop

Ringkasan: Riau (Inmas) Menyambut akreditasi madrasah Tahun 2018, Kanwil Kemenag Riau melalalui bidang pendidikan Madrasah menggelar Workshop Pengelolaan Administrasi Akreditasi Madrasah di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru. Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari 20 s.d 22 Februari tersebut dihadiri  Kakan...

Riau (Inmas) – Menyambut akreditasi madrasah Tahun 2018, Kanwil Kemenag Riau melalalui bidang pendidikan Madrasah menggelar Workshop Pengelolaan Administrasi Akreditasi Madrasah di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru. Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari 20 s.d 22 Februari tersebut dihadiri  Kakanwil Kewmenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kepala  Bidang Pendidikan mdarasah Drs H Asmuni Hasan MA, Kasi Akreditasi Madrasah Drs U Ulumuddin dan diikuti oleh Kepala Sekolah se-Riau.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Drs H Asmuni MA mengatakan terkait pelaksanaan penataan akreditasi madrasah yang dilaksanakan sekama tiga hari tersebut, adalah dalam rangka penguatan kesiapan lembaga, kesiapan madrasah dalam menyambut akreditasi. Karena tanpa adanya bimbingan, arahan, dan bedah instrumen hal ini akan sulit untuk mempersiapkan segala seuatunya untuk sebuah kesiapan yang matang. “Jika ingin merubah image dari madrasah yang tidak siap menjadi madrasah yang siap", sebutnya.

Ketika hal itu nanti telah ditetapkan sebagai madrasah yang masuk kuota akreditasi tahun ini, tentu tidak ada lagi istilah kami tidak siap atau kami mundur atau jenis kegamangan lainnya. Untuk itu Ia menilai kewajiban Kemenag melalui bidang Pendidikan Madrasah bertugas untuk membimbing secara teknis tentang kesiapan kesiapan rekan rekan dimadrasah.

Hal itu berguna tak lain sebagai upaya untuk memenuhi, mencukupi dan mengisi EMIS dan segala yang terkait dengan instrumen yang ada dalam blanko areditasi yang telah disiapkan tersebut selama tiga hari kedepan ini.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA mengungkapkan pentingnya sebuah akreditasi yang bagus pada madrasah. “Madrasah termasuk pondok pesantren, jika dulu orang menengok dan mengukur besarnya sebuah pondok dilihat dari siapa kyai dan nama madrasahnya, tapi sekarang itu masyarakat kita sudah bisa menilai akreditasinya apa”, ujar Ahmad.

Dari data kuota akreditasi madrasah Tahun 2018 persentase akreditasi madrasah di tingkat MI hanya mencapai 16,69 persen dengan jumlah sebanyak 133 madrasah. Namun ini sudah meningkat dari tahun lalu yang hanya mencapai 11,07 persen dengan kuota sebanyak 27 madrasah saja, sementara Sekolah Dasar umum sebanyak 664 sekolah. Kemudian untuk MTsN hanya mendapatkan 22,65 persen kuota akreditasi sebanyak 70 madrasah sementara sekolah mendapat 239 sekolah. Dibanding Tahun 2017 mengalami penurunan mencapai 29,67 persen. Selanjutnya untuk tingkat MA  kuota mencapai 45,37 persen dengan jumlah madrasah sebanyak 49 dan SMA mendapatkan 59 sekolah. Hal ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan ketimbang pada  tahun 2017 hanya berada di posisi 22,92 persen, sebut Ahmad Supardi.

Menurutnya akreditasi yang baik bagi sebuah madrasah mengacu kepada delapan standart pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah tersebut. “Asal standart yang telah ditentukan itu bisa dipenuhi, baik itu dari kualitas guru atau Kepala Sekolah yang disyaratkan harus sarjana”, tekannya. Artinya hal tersebut nantinya akan menentukan kareditasi sebuah madrasah apakah masuk ke dalam kategori A B atau C, tuturnya menambahkan.

Maka nya sangat perlu kesiapan dari pihak madrasah, dan kegiatan yang digelar sekarang merupakan sebuah wadah untuk meningkatkan kualitas madrasah, apalagi hari ini animo masyarakat terhadap madrasah semakin tinggi. “Maka harus dibarengi dengan kualitas, tanpa kualitas itu madrasah bisa saja ditinggalkan masyarakat”, ucapnya.(vera/adi)