Pekanbaru (Humas) - Sosialisasi Kurikulum Tahun 2013 Bimas Budha di Hotel Zairan sudah berjalan selama 3 hari. Kegiatan sosialisasi ini tidak pernah ditinggalkan oleh pesertanya bahkan mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini hingga malam.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, HM. Saman, M.Si, menjadi salah satu narasumber pada sosialisasi ini sebagai pengembangan kurikulum pelajaran Agama Budha pada sekolah. Walaupun dengan suasana fisik yang teramat penat, beliau masih bersemangat untuk memberikan materi dengan gayanya yang khas.
"Saya sampaikan disini bahwa pencapaian sertifikasi guru Agama Budha di Provinsi Riau ini termasuk sertifikasi guru yang paling tinggi dengan laporan yang memuaskan, prestasi yang membanggakan untuk kita. Maka dari itu, mari kita tingkatkan pendidikan agama dan keagamaan di tingkat sekolah dasar dan menengah," tutur Saman.
Sertifikasi Guru merupakan pembuktian bahwa negara peduli dengan nasib guru karena guru merupakan ujung tombak perkembangan generasi muda yang akan datang. Perubahan kurikulum yang terjadi pada tahun 2013 merupakan kurikulum yang mengharuskan guru untuk terus kreatif dalam memberikan pengajaran kepada murid, tidak hanya teori tetapi cara atau proses mengajarkan agama Budha kepada murid.
"Data guru yang ada saat ini harus valid karena penyeleksian sertifikasi guru semakin ketat dan harus tepat sasaran sehingga setiap guru Agama Budha mendapatkan hak sertifikasi yang sama. Sertifikasi berimbas kepada kesejahteraan guru Agama Budha, jangan sampai ada lagi guru Agama Budha yang memiliki pekerjaan sampingan sehingga mereka tidak fokus untuk mengajar, " jelas Saman.
Sertifikasi yang semakin ketat dan tepat sasaran bisa menjadi bukti bahwa pengurusan administratif akan lebih mudah sehingga diharapkan setiap guru agama kesejahteraannya akan meningkat. (nvm)