Pekanbaru (Humas) - Penyuluh bukan hanya sekedar pemberi informasi (informan), pengarah (instructor), tetapi penyuluh adalah orang yang bergerak di lapangan untuk melakukan pendampingan atau pembinaan kepada banyak orang. Penyuluh membawa keluar jiwa-jiwa yang jatuh dalam kegelapan, dan mengangkat mereka ke dalam hidup yang penuh dengan cahaya kasih.
Sekarang ini zaman yang penuh tantangan, untuk itu diharapakan penyuluh itu hadir sebagai pengarah dan pemersatu di tengah tantangan tersebut. Penyuluh juga harus lebih peka terhadap situasi dan peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan bangsa dan negara. Sehingga informasi yang diberikan penyuluh adalah objektif, bukan sebagai isu yang dapat memprovokasi banyak orang. Dengan demikian penyuluh juga dapat diartikan sebagai pemersatu.
Hal ini disampaikan oleh Kepala bagian Tata Usaha, HM. Saman S.Sos, MSi., didampingi Pembimas Kristen, Yesri Elfis, STh pada saat memberi arahan sekaligus membuka secara resmi Pembinaan Penyuluh Agama Kristen pada tangggal 14 s/d 16 Oktober 2014 di Hotel Zaira Pekanbaru yang diikuti sebanyak 40 orang peserta dari Kab/Kota se Provinsi Riau.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para penyuluh dalam menjalankan tugasnya, sebab orang-orang yang diangkat sebagai penyuluh oleh berbagai instansi/lembaga pemerintah dan swasta, khususnya penyuluh yang ada dalam kementerian agama harus menyadari bahwa dirinya adalah pembina/pengarah/pemersatu bagi masyarakat.
Oleh karena itu, setiap penyuluh harus berusaha keras untuk memperoleh informasi dan pengetahuan dengan banyak membaca. Maka untuk itu penyuluh wajib memiliki kualifikasi pendidikan yang standard. Menurut Keputusan Menteri Agama RI No. 164 Tahun 1996, penyuluh agama adalah pembimbing umat beragama dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha Esa.
Sesuai dengan keputusan Menteri agama tersebut, penyuluh agama memiliki peranan yang sangat strategis untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Republik Indonesia ini yaitu mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melakukan ketertiban dunia.
“Kiranya Pembinaan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para Penyuluh Agama Kristen dalam menjalankan tugas”, tutur HM Saman diakhir arahannya. (os)