0 menit baca 0 %

Salut.., Alumni Ponpes Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib Ini Menjadi Guru di Pedalaman Papua

Ringkasan: Siak (Inmas) Teringat pesan seorang guru yang berbunyi fi ayyi ardhin taskun fa hunaka da watu tuhlah (di bumi mana saja engkau berada/mengabdi maka, di situlah dakwah itu dibutuhkan) , begitu yang ungkapkan salah seorang santri alumni Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kampung Pangkalan Pisang,...

Siak (Inmas) – “Teringat pesan seorang guru yang berbunyi fi ayyi ardhin taskun fa hunaka da’watu tuhlah (di bumi mana saja engkau berada/mengabdi maka, di situlah dakwah itu dibutuhkan)”, begitu yang ungkapkan salah seorang santri alumni Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Rahmat Hidayat yang saat ini tengah mengabdi di negeri nun jauh di ujung timur yakni Provinsi Papua, tepatnya di Kabupaten Mapi, Papua Selatan dan Marauke.

Rahmat Hidayat yang saat ini kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Al-Wahdah, Makassar ini sekarang tengah mengikuti program Safari Ramadhan selama 1 bulan sebagai tugas pengabdian dari kampusnya di daerah pedalaman Papua. “Kita ada banyak program di sini, mulai dari mengajari tauhid, ibadah sampai bagaimana hidup bersih. Intinya segala keterampilan yang dimiliki sejak mulai menjadi santri di Ponpes Ittihadul Muslimin dulu coba saya ajarkan semampunya di sini”, ujar putra asal Afdeling 3, Kampung Keranji Guguh, Koto Gasib yang saat ini telah hafal al-Qur’an 24 Juz tersebut.

Menurut Rahmat yang pernah kursus menghafal al-Qur’an di Rumah Tahfizh Imam al-Bukhori, Kampung Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib yang diasuh oleh Ustadz Syahidin, Lc (Alumni Ponpes Ittihadul Muslimin 1995 dan S1 Universitas Islam Internasional Afrika, Sudan) tersebut, kehidupan di Pedalaman Papua tempat dia dan teman-temannya mengabdi saat ini betul-betul membutuhkan sentuhan dakwah. Hal ini karena masih kurangnya SDM yang mumpuni di bidang agama serta masih sedikitnya guru pengajar Islam di daerah pedalaman tersebut.

Ustadz Afrizal, S.Pd.I (Pimpinan Ponpes Ittihadul Muslimin) yang mengetahui hal tersebut sangat bersyukur bahwa salah seorang alumninya dapat menyebarkan dakwah islam di negeri paling timur di Indonesia tersebut. “Semoga pengabdian ananda Rahmat dan teman-teman di sana di ridhoi Allah dan mendapat ganjaran pahala yang berlipat di bulan penuh berkah ini”, harapnya. (Hd)