Pekanbaru
(Inmas), Dalam perjalanan hidup, seorang muslim tidak akan lepas dari kesalahan
dan dosa sebagai akibat dari nafsu yang diperturutkan. Tidak jarang seseorang
terbebas dari kekeliruan karena
bersikukuh menyakini sesuatu dan tidak mau menerima koreksi. Hamba tidak dikatakan
bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya [HR.
Tirmidzi]. Hal ini disampaikan oleh
Salihin, S.Ag Penyuluh Agama Islam di masjid Ikhlas Beramal Komplek
Kemenag Kota Pekanbaru. Senin (12/06)
Ada
beberapa faedah mengintros[peksi diri uncap Salihin pada diskusi penyuluh se Kota
Pekanbaru. Pertama: Musibah terangkat dan hisab diringankan. Hal ini sejalan
dengan hadits dari Umar RA Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi
ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab ditrinya saat hidup di dunia [HR.Tirmidzi].
Kedua: Hati lapang terhadap kebaikan dan mengutamakan akhirat daripada dunia.
Mengoreksi kondisi jiwa dan amal merupakan sebab dilapangkannya hati untuk
menerima kebaikan.
Ketiga:
Memperbaiki hubungan diantara sesama manusia. Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka
pada hari Senin dan Kamis di kedua hari tersebut seluruh hamba diampuni kecuali
mereka yang memiliki permusuhan dengan saudaranya. Maka dikatakan, Tangguhkan ampunan
bagi kedua orang ini hingga mereka berdamai
[HR. Ahmad]. Keempat: Tterbebas dari sifat nifak/munafik. Ibrahim at Taimy mengatakan Tidaklah diriku
membandingkan ucapan dan perbuatanku, melaikan saya khawatir jika ternyata
diriku adalah seorang pendusta (ucapannya menyelisihi perbuatannya). (Idris)