Riau (Inmas) - Jamaah haji gelombang I yang berada di Madinah sudah mulai digeser pada Sejak Minggu 14 Juli 2019. Untuk jamaah yang sakit, khususnya tengah dirawat inap tampaknya tidak akan berangkat bersama rombongannya.
"Untuk jemaah yang sakit atau dirawat di RS tidak akan diberangkatkan bersama dengan rombongan ini dan akan kami titipkan ke kloter berikutnya" kata perawat yang termasuk dalam tim medis TKHD Kloter 3 itu.
Walau begitu, Destri Arisna menegaskan, pihaknya selaku tim medis yang mendampingi akan melihat secara cermat kondisi setiap jamaah haji.
"Kecuali secara medis jemaah itu mampu melakukan perjalanan jauh, karena jarak Madinah ke Makkah cukup jauh, sekitar 400 km lebihi, 6-7 jam, karenanya kondisi fisik jemaah juga menjadi perhatian," kata dia.
Menurut rencana jadwal pergerakan jamaah haji dari Madinah ke Makkah gelombang pertama kloter 3 BTH pada Selasa, 16 Juli esok hari.
Pertama kloter 1 dan 2 BTH, yang saat ini sudah berada di Mekkah. Untuk Kloter BTH 2 Pekanbaru berjumlah 446 jemaah, sudah termasuk 5 petugas penyerta. Mereka tiba di Makkah Royal Hotel pada pukul 11.00 WAS atau pukul 03.00 WIB dini hari, sebutnya.
Saat ini Ketua kloter jemaah kloter 3 BTH tengah melakukan koordinasi dengan sektor Madinah untuk persiapan pemberangkatan ke Mekkah, Selasa 16 Juli pukul 12.00 WAS atau 16.00 WIB.
Sementara itu dapat diinformasikan juga, jemaah haji kloter 3 BTH juga sedang melakukan manasik haji di lantai M Hotel Al Fairoz Kartaj.
Dikatakannya, Klinik Kesehatan Haji Indonsia (KKHI) Makkah menyiapkan tim visitasi. Tim ini bertugas mengunjungi pasien-pasien jemaah haji Indonesia yang sakit dan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.
“Jemaah tidak perlu khawatir, tak perlu takut karena ada tim visitasi, untuk itu bila ada jemaah yang masih dirawat di KKHI, RS AS agar segera melaporkan di grup Visitasi,” katanya
Tim visitasi terdiri dari tiga orang tiap tim meliputi dokter, perawat, dan tenaga penghubung.
Tim Kesehatan Kloter 3 BTH dr. Aulia kepada humas dari Madinah mengatakan, jemaah atas nama Nismah Jailani berusia 67 tahun dengan diagnosa penyakit colik Abdomen Suspect peritonitis acute.
”Kondisi pasien dalam keadaan stabil, dan saat ini sedang dirawat dan tetap dilakukan pemantauan oleh Tim Kesehatan Kloter dan akan dilakukan di CT scan di Saudi Germany Hospital” Ungkap dr Aulia, Senin (15/7/2019), melalui via seluler sekitar pukul 15.39 WIB.
Sedangkan dua jamaah lainnya sama sama tengah dirawat oleh Klinik Kesehatan Haji Indonsia (KKHI) Makkah. Kedua jemaah tersebut adalah Bapak Subli. “Hasil diagnosa terkena stroke Haemorragic” katanya.
Dan satu jemaah lainnya atas nama Norsiah, dengan diagnosa cardiomegali yang juga dipasang face maker. Penyakit ini merupakan tanda dari kondisi lain seperti masalah katup jantung atau penyakit jantung. Hal ini juga mungkin menandakan adanya serangan jantung sebelumnya. Juga dapat terjadi akibat stres tubuh.
Hingga berita ini diturunkan, 3 Jemaah calon haji yang sakit dan dalam perawatan di RSAS Makkah dan KKHI Mekkah tersebut perkembangan serta kondisinya tetap dipantau oleh tim kesehatan masing-masing kloter hingga kini.(vera)