Siak (Inmas) – Pembukaan
Pekan Seni dan Olah Raga Diniyah Takmiliyah (Porsadin) Ke -2 Tingkat Kabupaten
Siak Tahun 2017 berlangsung meriah dan berjalan lancar. Kegiatan tersebut
dibuka oleh Bupati Siak yang diwakili oleh Plt. Asisten II Drs. Syafrilenti,
M.Si dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. H.
Muharom, Pimpinan Bank Syariah Mandiri, perwakilan dari polsek Siak, perwakilan
dari Camat Siak, Kasi Pendis Resman Junaidi, S.HI dan Seluruh Ketua FKDT
Kecamatan Sekabupaten Siak. Pembukaan berlangsung di lapangan Siak Bermadah
pada Sabtu Pagi, (26/08/17).
Dalam sambutannya,
Safrilenti mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanan oleh Forum Komunikasi
Diniyah Takmiliyah Kabupaten Siak yang bekerjasama Dengan Kementerian Agama
Kabupaten Siak dalam bentuk pekan oleh raga dan Seni Santri adalah sebagai
bentuk dan wujud untuk menciptakan generasi penerus agar senantiasa mendekatkan
diri pada Al-Qur’an dan memasyarakatkan Al-Qur’an.
Sementara itu, Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. H. Muharom mengatakan bahwa kegiatan
ini merupakan sarana untuk silaturrahmi antar santri Diniyah, tenaga pendidik
dan kependidikan serta pihak pemerhati diniyah takmiliyah. Oleh karenanya
setiap peserta wajib menjunjung tinggi nilai Sportivitas dan nilai kejujuran. Karena
tujuan umatanya adalah menyemarakkan syiar Islam dimasyarakat terutama untuk kemajuan
Pendidikan Islam terutama untuk Kabupaten Siak, “Ungkap Muharom”.
Sebelum pembukaan
dilaksanakan, masing-masing kafilah memperkenalkan diri yang dipandu oleh MC
Azmariah, S.Pd.I, melewati Panggung Tamu Undangan sambil membentuk Barisan
dilapangan. Sebanyak 13 Kafilah dari 14
Kecamatan Se-Kabupaten Siak yang terdiri dari peserta dan official melambaikan
tangan secara bergantian dihadapan Tamu Undangan. Kegiatan tersebut juga turut
disaksikan oleh Masyarakat, baik Masyarakt sekitar maupun yang sengaja datang
untuk menyaksikan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini mengambil
tema “ Mengembangkan Potensi Diniyah Takmiliyah dalam kerangka Memperkokoh
Eksistensinya serta mengakses kesetaraan pada sistem pendidikan Nasional dalam
mengemban amanat Full Day School”. (Awl)