Kampar (Humas) – Safari Ramadhan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kab. Kampar pada tahun 1435 H/ 2014 M, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA Kembali ditunjuk untuk memberikan Tausiyah Santapan Rohani Ramadhan di Masjid Al-Hidayah Desa Sungai Agung, Kec. Tapung hari selasa (08/07).
Hadir dalam acara tersebut Bupati Kampar H Jefry Noer, para Kepala Dinas, Camat Tapung, dan para rombongan lainnya serta ratusan Masyarakat (Jema’ah Masjid Al-Hidayah) Desa Sungai Agung.
Dalam tausiyahnya Fairus mengatakan, Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidha-yarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena zaman dahulu pada bulan tersebut udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering. Selain itu, kata “Ramadhan” juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya.
Lebih lanjut Fairus mengatakan, Ramadhan ini juga bisa dimaknai dengan beberapa cara, antara lain pertama, Ramadhan adalah bulan pembakar dosa, hal ini berdasarkan Hadist Riwayar Bukhari “Siapa yang berpuasa dengan dasar iman dan penuh pertimbangan, maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu”.
Kedua, Ramadhan adalah bulan untuk mengasah jiwa, mengasah ketajaman pikiran dan kejernihan hati, seiring dengan terbakarnya sifat-sifat tercela dan lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita. Maka di bulan suci Ramadhan kita diajarkan untuk : Sabar. “Puasa itu setengah sabar” (HR. Tirmidzi), jelas Fairus.
Kemudian Qanaah. ”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rizki tersebut.” (HR. Ibnu Majah). Dan yang terakhir Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Karena Ramadhan adalah waktu yang dilipatgandakan pahala, oleh karena selama Ramadhan kita dididik untuk menghargai waktu, pungkas Fairus. (Ags)