0 menit baca 0 %

Safari Ramadhan 1439 H, Sebuah Catatan Perjalanan Kepala KUA Kuantan Tengah

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Safari Ramadhan Pemda Kabupaten Kuantan Singingi Jumat 08 Juni 2018 yang lalu, diadakan di Mesjid Raya Kopah yang di awali dengan buka puasa bersama. Safari ini bersamaan dengan pembukaan MTQ Rayon 3 Kenegerian Kopah oleh bupati. Safari Ramadhan yang dilakukan pemerintah daerah dal...

Kuansing (Inmas), Safari Ramadhan Pemda Kabupaten Kuantan Singingi Jumat 08 Juni 2018 yang lalu, diadakan di Mesjid Raya Kopah yang di awali dengan buka puasa bersama. Safari ini bersamaan dengan pembukaan MTQ Rayon 3 Kenegerian Kopah oleh bupati. Safari Ramadhan yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka menjalin silaturrahim antara pemerintah, dengan segenap lapisan masyarakat, disamping itu juga dalam rangka menjemput aspirasi masyarakat.

Bupati Kuantan Singingi dalam kata sambutannya menyampaikan agar masyarakat mendukung program pembangunan pemerintah, tingkatkan persatuan dan kesatuan, jaga keamanan menuju hari raya Idul Fitri. Bupati mengharapkan agar masyarakat sama-sama mengawasi anak-anak kita dari bahaya narkoba, karena isi rutan Teluk Kuantan lebih banyak diisi oleh kasus narkoba. Pada kesempatan itu Bupati Kuantan Singingi mengimbau agar masyarakat menggunakan hak suara dalam Pilguri yang akan datang, jangan sampai pemilu merusak tatanan kehidupan, merusak jalinan silaturrahim.

Untuk Tausiyah Ramadhan disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Drs. H. Jisman, MA yang menyampaikan dalam Tausiyahnya, ketika berada di Kopah ini pak Kemenag teringat bahwa "Kuffah" pernah menjadi ibu kota sebagai pusat kekuatan Islam yang pernah jaya di Iraq. Semoga kekuatan Islam itu kembali bangkit bermula dari Kenegerian Kopah.

Suatu ketika Nabi Musa mendengar suara tasbih bergema dari gunung, ternyata suara itu berasal dari suara seorang hamba yang saleh. Maka terjadilah dialog antara mereka. Orang saleh berkata, "Wahai Nabi Musa, mohon tanyakan kepada Allah apakah saya masuk surga?", maka Allah berkata kepada Musa bahwa ia masuk neraka. Ternyata sebabnya adalah karena hamba itu demi beribadah ia memisahkan diri dari bermasyarakat, ia meninggalkan kesalehan sosial. Maka ia berkata kepada Nabi Musa, "Tolong sediakan kepada Allah agar neraka itu hanya cukup untuk dirinya saja dan tidak tersedia tempat untuk orang lain". Maka Allah berkata, "Wahai Musa kabarkan kepada hamba saleh itu bahwa Ia akan dimasukan ke surga karena telah memiliki kesalehan sosial.

Dari kisah ini dapat disimpulkan bahwa seseorang tidak boleh larut dalam kesalehan individu dan meninggalkan kesalehan sosial. Maka sesungguhnya zakat, infak, sedekah merupakan implementasi dari kesalehan sosial. (Riko Pilihantoni, SE.I, M.E (Ka. KUA Kuantan Tengah) edited by N/R)