Pekanbaru (Kemenag).
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu kader Majelis Taklim
terbaik asal Provinsi Riau. Sabariah, S.H.I., M.Sy., terpilih mewakili Riau
dalam ajang Festival Majelis Taklim Indonesia Tahun 2025 pada cabang Dakwah
Kebangsaan, yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Majelis Taklim (Pokja MT)
Pusat dan diikuti peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.
Festival bergengsi ini
diselenggarakan dalam dua tahap, yaitu babak semifinal secara daring (online)
melalui pengiriman video dakwah, serta babak final secara luring (offline) bagi
10 peserta terbaik yang lolos seleksi nasional untuk tampil di tingkat pusat.
Dalam penampilannya,
Sabariah membawakan tema dakwah “Cinta Perdamaian Membuka Pintu Rezeki” dengan
pesan utama “Bahagia dan memuliakan orang lain adalah kunci rezeki.” Dakwah
inspiratif tersebut mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat perdamaian,
kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
“Bahagia dan
memuliakan orang lain adalah kunci rezeki. Dari hati yang damai lahir
keberkahan yang meluas untuk diri, keluarga, dan bangsa,” ungkap Sabariah dalam
penyampaian dakwahnya.
Karya dakwah Sabariah
dapat disaksikan melalui kanal resmi YouTube Kanwil Kemenag Riau.
Dari lima cabang lomba
yang dilombakan dalam Festival Majelis Taklim Indonesia, Pokja Majelis Taklim
Provinsi Riau mengirimkan perwakilan pada tiga cabang, yakni:
- Dakwah Kebangsaan
- Qari dan Saritilawah
- Profil Majelis Taklim
Ketiga cabang tersebut
diwakili oleh Majelis Taklim dari Kota Pekanbaru yang dibina langsung oleh Kepala
Kemenag Kota Pekanbaru, Drs. Syahrul Mauludi, M.A.
Adapun Sabariah
sendiri mewakili Majelis Taklim Shiratul Jannah, yang terdaftar dengan nomor
statistik 431204040243.
“Mohon doa dan
dukungan dari seluruh masyarakat Riau agar perwakilan kita dapat memberikan
hasil terbaik dan membawa nama baik Provinsi Riau di tingkat nasional,” ujar
Sabariah penuh harap.
Melalui ajang ini,
diharapkan semangat dakwah dan pembinaan umat di kalangan Majelis Taklim
semakin meningkat, serta memperkuat peran perempuan dalam menyebarkan
nilai-nilai keislaman yang penuh kasih, damai, dan toleran di tengah
masyarakat.