Rokan Hilir (Inmas)- Penantian 7 orang Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir terbayar sudah. Senin sore (30/5/2016) pukul 15.00 WIB, ke tujuh pegawai tersebut menerima Surat Keputusan (SK) penetapan dirinya menjadi seorang CPNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir.
Ke tujuh orang Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) tersebut adalah Nasuha, S.Pd.I (Penyuluh Agama Islam di KUA Kec. Rimba Melintang), Dra. Siti Samiati (Penyuluh Agama Islam di KUA Kec. Bangko), Inasri, S.Pd.I (Penyuluh Agama Islam di KUA Kec. Tanah Putih), H. Syafrudin Nain, S.Pd.I (Penyuluh Agama Islam di KUA Kec. Simpang Kanan), Maruddin, S.Pd.I (Penyuluh Agama Islam di KUA Kec. Simpang Kanan), Mufti Mendopa, S.Pd (Guru MTs. Negeri Ujung Tanjung) dan Bustami, S.Ag (Guru MAN Bagansiapiapi).
SK CPNS itu diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, H. Agustiar, S.Ag seusai penutupan manasik haji kab. Rokan Hilir Tahun 1437 H/2016 M di ruang Kepala Kankemenag Rokan Hilir. Sebelumnya, SK CPNS tersebut dibawa oleh Kepala Kemenag sendiri dari Kanwil Kemenag Provinsi Riau pada hari jumat (27/5).
Saat menyampaikan pembinaannya, H. Agustiar menegaskan bahwa proses penerimaan CPNS K2 di lingkungan kantornya berjalan sesuai prosedur dan proses birokrasi yang ada.
“Saya tegaskan bahwa proses SK yang bapak/ibu terima adalah proses birokrasi. Tidak ada proses yang melalui jalur silaturahmi, atau melalui jalur kasak kusuk, atau sejenisnya. Terus terang saya sampaikan hal ini agar kita semua memahami”, jelas Kakankemenag.
Lebih lanjut H. Agustiar mengatakan bahwa, “Syukurilah nikmat ini dengan melakukan yang selama ini sudah dilakukan, kemudian ditingkatkan kinerjanya dengan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baik.”
Setelah ke 7 pegawai tersebut menerima SK CPNS mereka langsung melaksanakan sujud tanda syukur kepada Allaah SWT. Pada saat itu terlihat ada salah satu dari ke 7 orang tersebut berlinang air mata, Dialah Dra. Hj. Siti Samiati.
“Saya menangis karena bahagia. Dari tahun 2010 saya menunggu akhirnya Allaah kabulkan juga hajat saya, sabar dalam penantian buah manis yang dirasakan” ungkapnya sambil menghela air mata. (Nasuha)