Pekanbaru (Inmas), Pada
kegiatan diskusi rutin mingguan penyuluh di masjid Ikhlas Beramal Komplek
Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, salah seorang penyuluh, Drs. H. Ruslan
Baharun sampaikan materi dengan tema”
Hakikat Tak Terbantahkan dari Kematian”. Senin (20/11).
Apakah hakikat dari kematian
itu ? Selama ruh masih menyatu dengan jasad, berarti kehidupan masih berjalan,
sedangkan kematian yaitu terpisahnya ruh dari jasad dan disebut akhir dari
kehidupan. Ungkap Ruslan.
Banyak ayat membahas tentang
hakikat akan kematian: Pertama: “Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu
lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian
kamu akan di kembalikan kepada Allah, yang mengetahuio yang ghaib dan yang
nyata, lalu ia beritakan kepadamu apa yang kamu kerjakan” (QS. 62:8). Kedua: ‘Sesungguhnya
hanya kepada Tuhanmulah kamu di kembalikan” (QS. 96:8), Ketiga: “ Hai manusia sesungguhnya kamu telah bekerja
dengan sungguh- sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuinya”
(QS.84:6), Keempat :’ Tiap –tiap umat
mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat
mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”.(QS.
7:34).
Ketika datang saat
kemusnahan, saat kehidupan dunia ini telah terputus dan menuju kehidupan
akhirat, manusia akan melihat kepada putra-putrinya, rumahnya, isteri-isterinya
dan hartanya. Pada saat itu pula manusia berharap untuk bisa berbicara atau
berwasiat tetapi semua itu tidak bisa dilakukannya. Oleh sebab itu janganlah
kalian larut dalam kelalaian, karena waktu sangatlah cepat berlalu dan ini
merupakan salah satu tanda akan terjadinya hari kiamat. Ungkap Ruslan. (Idris).