Siak (Humas) – Keberadaan Makam Sultan Syarif Kasim di tepi sungai siak yang berdekatan dengan Istana Siak selalu mendapat kunjungan dari pengunjung dari luar daerah. Termasuk rombongan Kakanwil Kemenag Provinsi Se Indonesia.
Usai mengunjungi Istana Asserayah Hasyimiah, rombongan menuju ke Makam Pahlawan Sultan Syarif Kasim. Staf ahli Menteri Agama RI Bidang Kerukunan Umat Beragama Prof Dr H Abdul Fattah bersama rombongan Kakanwil yang di pandu oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Drs. H. Tarmizi, MA, di dampingi Kakan Kemenag Siak Drs. H. Muharom berjalan kaki dari Istana menuju Makam Sultan Syarif Kasim.
Keberadaan makam di pinggir jalan dan di tepi sungai siak, memudahkan para pengunjung untuk berziarah. Sesampainya di Makam, para kakanwil di sambut oleh petugas penjaga makam. Beberapa kakanwil bertanya tentang siapa-siapa yang dimakamkan. Diantara petugas Makam, H. Zainal, menjelaskan ke rombongan Kakanwil tentang sultan syarif kasim.
“Sultan Syarif Kasim II lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 1 Desember 1893, meninggal di Rumbai, Pekanbaru, Riau, 23 April 1968 pada umur 74 tahun. Ia adalah sultan ke-12 Kesultanan Siak dan dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya Sultan Syarif Hasyim”, terangnya.
Zainal melanjutkan, “Sultan Syarif Kasim II merupakan seorang pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tidak lama setelah proklamasi dia menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian wilayah Indonesia, dan dia menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah republik (setara dengan 151 juta gulden atau € 69 juta Euro pada tahun 2011)[2] . Bersama Sultan Serdang dia juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk turut memihak republik”.
Sebelum meninggalkan makam, rombongan kakanwil do’a bersama. Kepala Kemenag Kabupaten Siak Drs. H. Muharom diminta oleh beberapa Kakanwil untuk memimpin do’a. Usai do’a bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke pasar seni sembari membeli oleh-oleh dan kenang-kenangan dari Kabupaten Siak. (gn)
*edit by novam