0 menit baca 0 %

Roadshow Jurnalistik : 71 Santri Berlatih Menulis Berita, Fotografi dan Videografi

Ringkasan: Riau (Inmas) - Sebanyak 71 santri mengikuti pelatihan jurnalistik di Pondok Pesantren Nurul Huda Islami, Arengka Jl. Handayani, Senin, 22 Januari 2017. Pelatihan jurnalistik yang dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA tersebut, merupakan salah satu program unggulan yang di...

Riau (Inmas) - Sebanyak 71 santri mengikuti pelatihan jurnalistik di Pondok Pesantren Nurul Huda Islami, Arengka Jl. Handayani, Senin, 22 Januari 2017. Pelatihan jurnalistik yang dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA tersebut, merupakan salah satu program unggulan yang digagas oleh Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Riau. Pe!atihan yang menonjolkan materi dasar dasar jurnalis, fotografi dan videografi ini sudah kesekian kalinya dilaksanakan di pondok maupun madrasah yang ada di Riau.

Dedi Sahrul S Kom MSi selaku pimpinan tim Inmas, mengatakan pelatihan jurnalistik harus terus dimasyarakatkan kepada generasi muda kekinian, mengingat banyak nya berita hoax dan cuitan oleh oknum di media sosial hari ini.

Selain itu menurutnya, generasi muda khususnya santri harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Mengenal dunia jurnalistik adalah salah satu media dan langkah awal bagi santri untuk mewujudkan itu, ujar mantan santri Alkautsar tersebut. Bermodalkan sikap mandiri dan disiplin yang telah terasah sejak dulu dalam diri santri tentu akan mempermudah santri dalam menerapkan hobi dan minatnya secara serius.

"Tidak selama orang yang punya kecerdasan bisa berbicara didepan publik, tidak selamanya orang yang pintar mampu menulis dengan baik, maka saat ini manfaatkanlah kesempatan ini dengan dengan baik baiknya", ucap pria yang akrab disapa Dedi ini memberi spirit.

Kakanwil Kemenag Riau mengungkapkan apresiasi atas gelaran pelatihan jurnalis yang digagas tim Inmas Kanwil Kemenag Riau. Ia berharap kegiatan dapat digelar setiap tahunnya di pondok pondok pesantren yang adavdi Riau. Jurnalistik ini sangat diperlukan bagi kita semua karena ini termasuk sarana dan strategi berdakwah dengan baik, jika dulu hanya berdakwah bil lisan, sekarang susah bergeser menjadi dengan bil kitabah dan juga bil haal. 

"Termasuk menginformasikan semua kegiatan dan peristiwa yang dilaksanakan di pondok ke masyarakat, sehingga masyarakat yakin bahwa pondok ini betul betul melakukan pembinaan terhadap ummat, jangan sampai yang terjadi sebaliknya yang muncul malah informasi miring, kalaupun ada informasi miring maka harus kita counter dengan baik", terangnya.

Untuk itu diharapkan dengan ilmu jurnalistik yang dibekali oleh tim Inmas akan meningkatkan pemahaman santri cara menulis yang baik dan benar, karena hanya dengan menguasai ilmu jurnalistik santri akan bisa menulis dengan baik dan mampu menyampaikan informasi yang mudah diterima masyarakat", sebutnya.

Lebih lanjut ia menekankan agar pelatihan ini terus dilakukan secara berkesinambungan, dan bisa membentuk komunitas jurnalistik juga dilingkungan PP Nurul Huda Al Islami. Pihaknya sangat berharap ada kegiatan nyata dan bermanfaat bagi santri santri tersebut kedepan.

Sementara itu H Muhammad Said selaku Kepala Madrasah Pondok Pesantren, mengaku sangat apresiatif sekali dengan kegiatan yang diselenggarakan tim Inmas mengingat para santri Nurul Huda Al Islami memang masih sangat awam dengan dunia jurnalistik.

"Semoga pembekalan ini menjadi berkah dan bermanfaat, dan kepada anak anak kami meskipun pelatihan hanya satu hari, maka manfaatkankah dengan sebaik baiknya, semoga bisa diserap dengan baik dan bermanfaat dikemudian hari", pesannya.

Pelatihan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB sore itu menghadirkan tiga orang narasumber pada masing masing bidang yaitu : Adi Yuliandi pada videografi, Nofrian EKa Tresan pada Fotografi, dasar dasar jurnalistik dan presenter oleh Vethria Rahmi.(vera)