0 menit baca 0 %

Ribuan Umat Budha Hadiri Hari Tri Suci Waisak Nasional di Riau

Ringkasan: Riau (Inmas) Usai pawai Waisak yang diselenggarakan di Kampung Tionghoa Melayu (KTM), Jalan DR Leimena (Karet), Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat 17 Mei 2019 malam.Hari ini Sabtu, 25 Mei 2019, dalam menyambut hari Trisuci Waisak 2563 BE/2019 digelar juga peringatan Waisak Nasional di...

Riau (Inmas) – Usai pawai Waisak yang diselenggarakan di Kampung Tionghoa Melayu (KTM), Jalan DR Leimena (Karet), Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat 17 Mei 2019 malam.

Hari ini Sabtu, 25 Mei 2019, dalam menyambut hari Trisuci Waisak 2563 BE/2019 digelar juga peringatan Waisak Nasional di Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar.

Hari Raya Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia, dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. 

Hadir pada kesempatan itu Ketua dewan Pengarah, Anggota DPD RI, Ketua ICMI,  Gubernur H Syamsuar Msi beserta jajaran, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Ketua Umum Permabudi  Arif Harsono,  Danrem Muhammad Fajar, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH, Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA beserta jajaran.

Dirjen Budha Kemenag RI Caliadi SH MH menyampaikan sambutan Menag RI. Sesuai tema yang diusung pada Waisak Nasional tahun ini Mencintai tanah air Indonesia harus betul betul memahami arti cinta kepada tanah air itu sendiri. Sebagai umat Budha yang baik, harus mampu menebarkan kasih sayang dan kebaikan di tanah air Indonesia.

Sementara itu Gubernur Riau H Syamsuar mengatakan momen peringatan waisak memberikan makna penting tentang bagaimana membangun kasih sayang dengan sesama makhluk, saling memberi dan tolong menolong dan menjaga toleransi sesama umat beragama.

“Hanya dengan kebersamaan nilai nilai pembangunan dapat kita rasakan, termasuk nilai nilai agama Budha yang dipakai dalam filosofi kebangsaan untuk mempersatukan negara Indonesia tentunya harus ditegakkan di bumi Provinsi Riau ini”, ujarnya dalam orasi.

Sebelumnya Ketua panitia Y.M.B Bhadravirya Sthavira melaporkan Budha hadir memberikan kesejukan bathin. Ia berjalan diatas kotoran tapi tidak ternodai.

Dari Budha historis itu, maka dapat dipahami Budha yang agung telah menjauh dari politik kekuasaan. Namun pikiran damai dan tindkan cinta kasihnya terus terpancarkan kepada segenap rakyat.

Untuk itu peringatan waisak nasional 2500 keluarga budhayana dari 26 Provinsi hadir di Riau memperingati hari Trisuci Waisak. "Ini bukti umat Budha mencintai tanah air Indonesia, ujarnya melaporkan.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemprov Riau yang telah mendukung gelaran Festival Candi Muara Takus dengan puncak pelepasan lampion.

“Mari bersama sama kita dukung agar Candi Muara Takus segera mungkin ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, sehingga bisa menjadi pusat belajar sejarah tidak hanya kegiatan ritual, namun dampak positif bagi masyarakat sekitar, dan majunya perekonomian rakyat”, harapnya.(vera/adi)