Riau (Inmas) – Peringatan Hari Santri
sudah dilaksanakan sejak tahun 2015. Peringatan tersebut dilaksanakan dari
tingkat Kabupaten/Kota sampai dengan tingkat Nasional. Untuk Tingkat Provinsi
Riau Tahun 2019, puncak Hari Santri Nasional dilaksanakan di Kabupaten Rokan
Hulu pada Minggu (27/10/19) dengan Gubernur Riau sebagai Inspektur Upacaranya.
Selain
Gubernur Riau hadir juga dalam kegaiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA, Kapolda Riau Irjen Pol
Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI Mohammad Fadjar
MPICT, Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Pusat Prof. Dr. H. Said
Agil Siraj, Kepala Kejaksaan Riau, Ketua Pengadilan Agama, Ketua PWNU Prov.
Riau, Bupati Rokan Hulu H Sukiman, Sekda Kabupaten Rokan Hulu, Ketua Pengadilan
Negeri, Ketua FKPP Riau Prof DR Ahmad
Mujahidin, MA, Kepala Kantor
Kemenag Rokan Hulu dan Kemenag Se - Provinsi Riau, Forkopinda Kabupaten Rokan
Hulu dan 10.000 santri pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Rokan Hulu serta
Kabupaten /Kota Se - Riau.
Dalam Harapannya Gubernur Riau H.
Syamsuar mengatakan Hari Santri tahun ini mendapatkan kado yang terbaik, yang
ditunggu oleh semua pesantren dengan lahirnya UU Pesantren. Dengan adanya UU
pesantren dapat meningkatkan kualitas dan prestasi santri.
“hari santri ini mendapatkan kado
yang terbaik yang ditunggu oleh semua pesantren yang ada di Indonesia dengan lahirnya
undang-undang pesantren, hal ini sekaligus juga membantu kami pemerintah daerah
baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam membantu pesantren dan harapan kami
mudah-mudahan momen ini bisa meningkatkan kualitas dan prestasi anak-anak
santri kita sehingga nanti bisa berprestasi yang terbaik dimasa mendatang”.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA berharap dengan peringatan Hari Santri
dapat bermakna luas. khusus Hari Santri Tahun ini, Riau mengambil Tema Santri
Indonesia untuk perdamaian Dunia dan Anti Narkoba. Hal ini di berharapkan supaya
para santri bersama-sama untuk mengantisipasi narkoba dan perdamaian dunia,
pesan ini juga termasuk untuk para pimpinan - pimpinan pondok pesantren yang
ada di Prov. Riau.
Hal Senada juga disampaikan oleh Kabid
Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Drs. H. Fairus, MA mengatakan ada dua
moment besar yang ditetapkan oleh pemerintah yakni Penetapan hari santri dan UU
No. 18/2019 tentang Pondok Pesantren. Oleh sebab itu kepada seluruh pengasuh
ponpes terutama para kyai, buya, yang memimpin pondok dan seluruh elemen pondok
pesantren agar menggesa/bergegas diri untk mempersiapkan segala sesuatunya
dalam menyongsong keputusan pemerintah tersebut. Dengan adanya dua peraturan
tersebut santri lebih giat, lebih mandiri, lebih bersih dan lebih memiliki Visi
kedepan untuk kemajuan pendidikan dan bangsa Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Rokan
Hulu Drs. H. Syahruddin, Sy selaku tuan rumah Hari Santri Nasional ke – 4 Tingkat
Provinsi Riau mengatakan dengan dilaksanakannya Hari Santri pertama terjalinnya
silaturrahmi antara pondok pesantren di Provinsi Riau sehingga bisa
berkolaborasi untuk membahas persoalan-persoalan kepesantrenan, kedua dengan
kegiatan ini Gubernur dapat memotivasi kepala daerah yang ada di Riau untuk
membantu Pondok Pesntren.
Selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua Forum
Pondok Pesantren Riau Prof. H. Ahmad Mujahidin, MA mengatakan peringatan Hari
Santri Nasional ke – 4 tahun 2019 menghadirkan 10.000 santri dengan biaya
mandiri dari pondok pesantren masing-masing. Tahun 2020, Peringatan hari Santri
Nasional Tingkat Provinsi Riau direncanakan akan dilaksanakan di Kabupaten
Pelalawan. (ana/fat/eka)