Kampar (Humas) – Ribuan Masyarakat baik dalam daerah Kab. Kampar maupun di luar Daerah Kab. Kampar (Kabupaten tetangga), memadati acara tablik akbar nasional yang ditaja oleh Pemerintah Daerah Kab. Kampar bersempena hari jadi Kab. Kampar ke 64 tahun 2014. Demikian disampaikan Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI didampingi Ketua Panitia Syofiandi SE hari kamis malam (06/02) di Lapangan Merdeka Bangkinang.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Kampar H Jefry Noer, Ketua DPRD Kab. Kampar Ahmad Fikri SAg, Sekda Kab. Kampar Drs H Zulfan Hamid, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, Kabag Kesra Al-Kautsar SSTP, seluruh undangan dan ribuan masyarakat yang hadir.
Agus mengatakan, Peceramah dalam acara tablik akbar ini adalah Al-Ustadz Subkhi Al-Bugchury di dampingi Artis Religi Syahrul Gunawan dan MC Nasional Hafid Salim dari Jakarta. Sebelum acara inti dimulai, Nasyid lokal dari Kab. Kampar juga menambah semaraknya acara Tablik Akbar Nasional tahun ini.
Dalam tausiyahnya Subkhi Al-Bugchury mengatakan, obat dari berbagai macam penyakit adalah Al-Qur’an. Sebagaiman firman Allah dalam surat al-isra’ ayat 82 yang maknanya “Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.”
Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Zadul Ma’ad menegaskan:
“Al-Qur`an adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat. Dan tidaklah setiap orang diberi keahlian dan taufiq untuk menjadikannya sebagai obat. Jika seorang yang sakit konsisten berobat dengannya dan meletakkan pada sakitnya dengan penuh kejujuran dan keimanan, penerimaan yang sempurna, keyakinan yang kokoh, dan menyempurnakan syaratnya, niscaya penyakit apapun tidak akan mampu menghadapinya selama-lamanya. Bagaimana mungkin penyakit tersebut mampu menghadapi firman Dzat yang memiliki langit dan bumi. Jika diturunkan kepada gunung, maka ia akan menghancurkannya. Atau diturunkan kepada bumi, maka ia akan membelahnya. Maka tidak satu pun jenis penyakit, baik penyakit hati maupun jasmani, melainkan dalam Al-Qur`an ada cara yang membimbing kepada obat dan sebab (kesembuhan) nya.” (Zadul Ma’ad, 4/287), tutupnya. (Ags)