Pekanbaru (Inmas), Pada malam terjadinya gerhana bulan,
ribuan masyarakat kota Pekanbaru berbondong-bondong menuju masjid Raya An Nur
untuk melaksanakan shalat gerhana (khusuf). Animo masyarakat untuk menyaksikan
gerhana maupun melaksanakan shalat serta mendengarkan khutbah sangat tinggi.
Hal ini terpantautadi malam pada saat
shalat isya berjama’ah ruangan masjid penuh sesak oleh jema’ah bahkan lantai
dasarpun terisi penuh. Setelah selesai shalat isya jema’ah tetap berada
dimasjid untuk shalat gerhana yang dimulai pada pukul 20.29 WIB. Kamis (01/02)
Shalat khusuf dimasjid Raya An- Nur dihadiri oleh Gubernur Riau, H.
Arsyadjuliandi Rachman beserta jajarannya. Bertindak sebagai khatib yaitu DR.
H. Mustafa Umar, MA.
Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan 2 tanda dari sekian
banyak tanda kekuasaan Allah yang diperlihatkan kepada kita. Bukanlah gerhana
itu ada kaitannya dengan kematian seseorang atau kelahiran seseorang. Jika
melihat gerhana maka berdo’alah, bertakbirlah dan shalatlah, Berbeda dengan
shalat yang biasa, dan bersedekah. Ungkap
Mustafa Umar.
Melalui gerhana hendaklah kita mengingat Allah, agar
terhindar dari marabahaya di dunia dan akhirat nanti. Dia yang menghidupkan
kita, yang mematikan kita , yang membangkitkan kita dan membalas perbuatan kita. Maka beruntunglah orang-orang yang
berat timbangannya dan rugilah orang-orang yang ringan timbangannya. Himbau
Mustafa Umar. (Idris).