0 menit baca 0 %

Ribuan Jamaah Umrah Terlantar, Kakanwil Pastikan Tidak Ada Jamaah Asal Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kamis (12/1/2017) kepada media menegaskan, bahwa tidak ada jamaah asal Provinsi Riau yang ikut terlantar pada kasus ribuan jamaah umrah terlantar di Arab Saudi sejak Akhir Desember 2016 lalu hingga kini.

Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kamis (12/1/2017) kepada media menegaskan, bahwa tidak ada jamaah asal Provinsi Riau yang ikut terlantar pada kasus ribuan jamaah umrah terlantar di Arab Saudi sejak Akhir Desember 2016 lalu hingga kini.

Hal tersebut dipastikan setelah Kakanwil Kemenag Riau bersama Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau melakukan koordinasi dengan Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI di Jakarta.

"Kami dari Kanwil Kemenag Provinsi Riau, telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI di Jakarta, Alhamdulillah dari sekian banyak jamaah Umrah yang terbengkalai kepulangannya dari Arab Saudi, tidak ada jamaah yang berasal dari Riau. Sekiar 2.500 jamaah tersebut pada umumnya berasal dari pulau Jawa," jelas Ahmad Supardi.

Menurut informasi, kata Ahmad Supardi, terbengkalainya pemulangan jamaah umrah dari Arab Saudi ke Indonesia bukan disebabkan oleh Travel Umrah yang memberangkatkan jamaah, tetapi disebabkan oleh faktor penerbangan yang tidak membuka rute lagi atau habis kontrak ke Indonesia, sehingga secara otomatis tidak bisa memulangkan jamaah.  

Jamaah Terlantar Mulai Dipulangkan

"Kemenag RI sudah melakukan koordinasi bersama pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi, dan telah disepakati, hari ini akan di terbangkan ke Indonesia,"  jelasnya.

Terhadap kasus tersebut, Ahmad Supardi, menghimbau Travel- travel penyelenggara Haji dan Umrah yang sudah diberi izin untuk operasional agar dapat mencari solusi atas setiap perasoalan yang timbul dan atau yang akan timbul, sehingga jamaah tidak terlantar dinegara orang.

"Pihak Travel harus bertanggung jawab atas segala dampak yang timbulkan akibat dari permasalahan- permasalahan yang terjadi mulai sejak pendaftaran, pemberangkatan, perjalanan hingga pemulangan ketanah air. Karena hal tersebut adalah tanggung jawab mutlak dari pihak travel selaku penyelenggara," tegas Ahmad Supardi.

Selain itu, ia juga menghimbau agam masyarakat tidak tergoda dengan iming- iming haji dan umrah murah dari travel yang tak jelas, cek dulu keberadaan travel bersangkutan, travel resmi izin dari Kementerian Agama atau tidak, atau langsung berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten/ Kota.

"Untuk umrah, pilihlah travel penyelenggara yang terdaftar izinnya di Kementerian Agama yang tertuang dalam 5 pasti, pastikan travelnya berizin, pastikan jadwalnya, pastikan terbangnya, pastikan hotelnya dan pastikan visanya. Sehingga kasus- kasus penelantaran jamaah, jamaah tertipu, jamaah gagal berangkat dan sebagainya tidak terjadi lag," himbaunya.  (ash/mus)