0 menit baca 0 %

Ribuan Jama ah Sholat Shubuh Tumpah Ruah Mendengarkan Ceramah Ustadz Abdul Shomad, Lc., MA

Ringkasan: Siak (Inmas) Ribuan orang masyarakat Kota Perawang tepatnya di KPR 1 tumpah ruah mendengarkan tausiyah Ustadz Abdul Shomad, Lc., MA bertempat di Masjid Nurul Islam. Dalam ceramahnya ustadz kondang tersebut menjelaskan tentang pentingnya memilih pemerintah yang beriman.

Siak (Inmas) Ribuan orang masyarakat Kota Perawang tepatnya di KPR 1 tumpah ruah mendengarkan tausiyah Ustadz Abdul Shomad, Lc., MA bertempat di Masjid Nurul Islam. Dalam ceramahnya ustadz kondang tersebut menjelaskan tentang pentingnya memilih pemerintah yang beriman. Tanda tangan penguasa daerah untuk melarang minuman keras (miras) melalui peraturan daerah (perda) yang disahkannya, bisa saja lebih efektif dibanding ribuan khuthbah para khathib , jelasnya berapi-api.

Beliau melanjutkan, Sementara para khatib tugasnya adalah hanya memberikan peringatan dan tidak memiliki kekuasaan untuk memaksa. Oleh karena itu, betapa pentingnya pemimpin yang shalih dan berani, yang takut kepada Allah dan bisa menjadi contoh bagi rakyatnya. Bahkan ini salah satu kewajiban besar dalam agama Islam , jelasnya.

Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A. menyebutkan bagi pemimpin yang mempunyai kekuasan tapi tidak mencegah kemungkaran seperti perjudian dan tempat maksiat, itu sama halnya dengan orang yang mempunyai ponsel tapi hanya menggunakan tombol hijau dan tombol merah. Itu sama dengan orang punya hape tapi hanya memetik hijau sama merah. Padahal video mp4 ada, mp3 ada, photoshop ada, rekaman ada, macam-macam ada dan whatsapp pun ada. Yang dia tau hanya hijau angkat dan merah mati, nah begitu lah dia. Padahal dia punya tanda tangan punya Perda (peraturan daerah), Perbup (peraturan bupati) tapi tidak dipakainya , jelas Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A. menjawab pertanyaan jamah shubuh Masjid Nurul Islam KPR I Perawang Kecamatan Tualang kemarin.

Ustadz lulusan Darul Hadits Maroko itu menerangkan pemimpin yang hebat itu bukan karena membaca surat yasin ataupun puasa sunat. Puasa sunat itu amalan anak sekolah, siapa pun bisa melakukan puasa sunat. Kau punya kekuasaan kau pakai kekuasaan untuk menolong agama Allah. Itu lah baru punya kekuasaan. Punya kekuasaan kok ibadahnya syalawat. Itu ibadah anak sekolah, anak pesantren. Kalau kau punya kekuasaan kau tahan anak orang mau buat haram, tegasnya. (Hd)