Siak (Inmas)
– Ribuan orang masyarakat Kota Perawang tepatnya di KPR 1 tumpah ruah mendengarkan
tausiyah Ustadz Abdul Shomad, Lc., MA bertempat di Masjid Nurul Islam. Dalam
ceramahnya ustadz kondang tersebut menjelaskan tentang pentingnya memilih
pemerintah yang beriman. “Tanda tangan penguasa daerah untuk melarang minuman
keras (miras) melalui peraturan daerah (perda) yang disahkannya, bisa saja
lebih efektif dibanding ribuan khuthbah para khathib”, jelasnya berapi-api.
Beliau
melanjutkan, “Sementara para khatib tugasnya adalah hanya memberikan peringatan
dan tidak memiliki kekuasaan untuk memaksa. Oleh karena itu, betapa pentingnya
pemimpin yang shalih dan berani, yang takut kepada Allah dan bisa menjadi
contoh bagi rakyatnya. Bahkan ini salah satu kewajiban besar dalam agama Islam”,
jelasnya.
Ustadz Abdul
Somad, Lc., M.A. menyebutkan bagi pemimpin yang mempunyai kekuasan tapi
tidak mencegah kemungkaran seperti perjudian dan tempat maksiat, itu sama
halnya dengan orang yang mempunyai ponsel tapi hanya menggunakan tombol hijau
dan tombol merah. “Itu sama dengan orang punya hape tapi hanya memetik hijau
sama merah. Padahal video mp4 ada, mp3 ada, photoshop ada, rekaman ada,
macam-macam ada dan whatsapp pun ada. Yang dia tau hanya hijau angkat dan merah
mati, nah begitu lah dia. Padahal dia punya tanda tangan punya Perda (peraturan
daerah), Perbup (peraturan bupati) tapi tidak dipakainya”, jelas Ustadz Abdul
Somad, Lc., M.A. menjawab pertanyaan jamah shubuh Masjid Nurul Islam KPR I
Perawang Kecamatan Tualang kemarin.
Ustadz
lulusan Darul Hadits Maroko itu menerangkan pemimpin yang hebat itu bukan
karena membaca surat yasin ataupun puasa sunat. Puasa sunat itu amalan anak
sekolah, siapa pun bisa melakukan puasa sunat. “Kau punya kekuasaan kau pakai
kekuasaan untuk menolong agama Allah. Itu lah baru punya kekuasaan. Punya
kekuasaan kok ibadahnya syalawat. Itu ibadah anak sekolah, anak pesantren.
Kalau kau punya kekuasaan kau tahan anak orang mau buat haram,” tegasnya. (Hd)