Riau (Inmas)- Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Kapasitas Kepala Bidang
Pendidikan Madrasah se Indonesia tahun 2019 digelar di Hotel Jatra Pekanbaru
Provinsi Riau pada 1- 3 Mei 2019.
Mahyudin usai acara pembukaan mengucapkan terimakasih atas ditunjuknya Riau
sebagai tuan rumah FGD Pendidikan Madrasah tahun 2019 dalam rangka membahas
Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Pendidikan
Islam 2020- 2024.
“Peristiwi ini merupakan sejarah bagi Riau sebagai tempat
lahirnya Renstra sekaligus bersilaturrahim dengan Kepala Bidang Pendidikan
Madrasah se Indonesia. Untuk itu semoga kegiatan yang berlangsung selama 3 hari
di Pekanbaru ini dapat berjalan lancar dan melahirkan restra yang diharapkan,”
harapnya.
Sementara itu Pantia Penyelenggara yang juga merupakan Kabag
Perencanaan Ditjen Kemenag RI, Ridwan mengatakan, saat ini Dirjen Kemenag RI
sedang menyusun Renstra Pendidikan Islam 2010- 2024 dengan menggelar FGD dalam
rangka mendapatkan masukan semua Kabid Islam se Indonesia.
“Melalui diskusi ini kita berharap ada masukan dan
penanjaman terhadap Restra yang sedang kita susun, khususnya terkait dengan isu
strategis pendidikan di daerah. Sehingga diperoleh ketetapan mau diarahkan
kemana pendidikan Islam kedepannya, yang akan jadi pedoman pembangunan
pendidikan kedepan oleh masing- masing daerah, misalnya target 2010 kita ingin
satker madrasah 20 atau 80 persen sudah akreditasi A, atau lainnya,” ungkapnya
dan berharap semua peserta FGD dapat mengikuti kegiatan secara serius dengan
menyampaikan semua permasalahan ide strategis pendidikan di daerah masing-
masing.
Ditambahkan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil kemenag Riau
Drs H Asmuni MA, kegiatan FGD dalam rangka peningkatan Kapasitas Kepala Bidang
Pendidikan Madrasah se Indonesia akan dirangkai dengan tinjauan lapangan dan
outbound.
“Selama tiga hari kegiatan FGD ini akan dimulai dengan forum
diskusi untuk mendapatkan masukan terkait dengan Rentra 2020- 2014, kemudian
akan dilanjut dengan survey langsung kebeberapa madrasah terbaik Riau seperti
MAN 1 dan MAN 2 Pekanbaru, serta MAN IC Siak, dan 1 madrasah swasta yang barangkali
masih belum berkembang. Pada sesi terakhir akan dilaksanakan outbound yang akan
memupuk keakraban peserta se Indonesia,” jelas Asmuni. (mus/ana/anto/tarom)