0 menit baca 0 %

Riau Juara II Pawai Taaruf STQN XXI

Ringkasan: Banjarmasin (Humas)- Provinsi Riau berhasil meraih juara II Pawai Taaruf Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) XXI tahun 2011 yang digelar di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada 4 Juni 2011 lalu. Sedangkan juara pertama pawai taaruf diraih oleh tuan rumah Kalimantan Selatan, dan juara III oleh Sul...
Banjarmasin (Humas)- Provinsi Riau berhasil meraih juara II Pawai Taaruf Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) XXI tahun 2011 yang digelar di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada 4 Juni 2011 lalu. Sedangkan juara pertama pawai taaruf diraih oleh tuan rumah Kalimantan Selatan, dan juara III oleh Sulawesi Utara. Kepala Bidang Penamas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, HM Saman S Sos, M Si, usai penutupan STQN tahun 2011 kemarin, mengatakan, pada pawai taaruf STQN XXI di Kalsel, Riau menampilkan Perahu Lancang Kuning membawa al- quran yang dipadukan dengan Masjid dan Rumah Adat kebanggan Riau dengan diikuti iring- iringan kompang dan peserta STQ. "Untuk kriteria penilaian tim penilai pawai taaruf meliputi beberapa unsur, diantaranya bahwa yang ditampilkan pada pawai tersebut adalah karya yang bernuansakan islami, memiliki ciri khas daerah masing- masing, serta adanya unsur penggabungan seni dan budaya. Dan ternyata Riau mencakup hal itu semua, sehingga pantas mendapatkan peringkat dua pada pawai taaruf yang diikuti oleh 33 provinsi di Indonesia," ungkap Saman. Menurutnya, dari apa yang ditampilkan Provinsi Riau pada STQN XXI di Kalsel, secara keseluruhan telah didesain sedemikian rupa dengan menyatukan unsur agama, seni dan budaya. Perahu lancang kuning yang membawa al- qur`an menggambarkan bahwa kemanapun pergi kitabullah tetap jadi pedoman atau pegangan hidup bagi umat Islam khususnya masyarakat Riau. "Sedangkan rumah adat yang dipadu dengan tempat ibadah menjadi pegangan dalam bermasyarakat, berhubugan dengan sesama manusia dengan pepatah Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah," jelasnya. Pada pawai takruf di Arena STQN diikuti oleh peserta dari 33 Provinsi di Indonesia, dimana di tampilkan bermacam macam mobil hias. (msd)