Riau Finish Diurutan 11 Pospenas VI 2013 Gorontalo
Ringkasan:
LAPORAN AHMAD SUPARDI HASIBUAN DARI GORONTALO GORONTALO (KEMENAG) Kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (Pospenas) VI Tahun 2013 di Gorontalo, finish diurutan 11 dari 33 provinsi seluruh Indonesia yang mengikuti Pospenas, dengan meraih 3 medali emas, 2 medali perak, dan 6 medali perunggu.
LAPORAN AHMAD SUPARDI HASIBUAN DARI GORONTALO
GORONTALO (KEMENAG) Kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (Pospenas) VI Tahun 2013 di Gorontalo, finish diurutan 11 dari 33 provinsi seluruh Indonesia yang mengikuti Pospenas, dengan meraih 3 medali emas, 2 medali perak, dan 6 medali perunggu.
Demikian disampaikan Ketua Kontingen Riau Ir H Zulkifli dan Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Riau Drs H Ruslan, hari ini (kemaren), Minggu (30/6/2013) usai menerima laporan hasil pertandingan dari Panitia Pospenas, bertempat di Hotel Motola INN Jalan Tribrata Kota Gorontalo, markas resmi tim Pospenas Riau.
Ir H Zulkifli menjelaskan, nama-nama yang mendapat medali emas adalah Nazarul Khaira cabang Pencak Silat kelas A; Ikhsan Ramadhan cabang Pencak Silat Kelas E; dan Debi Supriani cabang pencak silat kelas E putri. Peraih medali Perak adalah Nur Suci Susanti cabang pencak silat kelas B; dan Wiratama Hadi cabang tolak peluru.
Sedangkan peraih medali perunggu adalah Fitriyana Faya Badar cabang pencak silat kelas B; Muhammad Syafi’i cabang pencak silat kelas E; Nurul Faizah cabang pencak silat kelas H; Bulu tangkis beregu putra; bulu tangkis putri beregu ; dan volley putri.
Sementara itu H Ruslan menyatakan, pencapaian 3 medali emas, 2 medali perak dan 6 medali perunggu ini, adalah pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikut sertaan kontingen Riau pada ajang Pospenas yang telah dilaksanakan selama enam kali. Kita berharap, kontingen dapat meraih prestasi yang lebih lagi di tahun-tahun mendatang, harap Ruslan.
Plt Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyuddin MA, yang sengaja datang ke Gorontalo menyaksikan langsung beberapa pertandingan, menyatakan bahwa pada dasarnya anak-anak Riau memiliki bakat dan minat yang cukup besar, hanya saja bakat dan minat tersebut tidak tersalurkan, sehingga menjadi terpendam.
Saya berharap kepada Bidang Pendidikan Keagamaan Islam (Pakis) agar memprogramkan pembinaan bagi atlet-atlet Ponpes se Riau, sebab di Ponpes tersebar talenta-talenta terpendam yang tidak tersalurkan, bagaikan mutiara di dasar lautan.
Talenta terpendam tersebut, harus digali, dikembangkan, dan digerakkan, sehingga menjadi suatu kekuatan dahsyat dalam meraih prestasi. Siapkan dana yang memadai untuk ini, sehingga mereka dapat berlatih dengan sebaik-baiknya, pinta Mahyuddin.***(Ash)