0 menit baca 0 %

Rencana Pembentukan Balai Diklat Keagamaan Riau sudah Memenuhi Prosedur

Ringkasan: Riau (Inmas) Dalam rangka meningkat sumber daya manusia ASN Kemenag, Kanwil Kemenag Riau terus berupaya dan bekerja keras untuk mewujudkan rencana pembangunan Balai Diklat dalam waktu dekat.Hal itu diutarakan Kabag TU Erizon Efendi SAg MPd yang juga turut hadir pada saat kunjungan kerja Komisi VIII...

Riau (Inmas) – Dalam rangka meningkat sumber daya manusia ASN Kemenag, Kanwil Kemenag Riau terus berupaya dan bekerja keras untuk mewujudkan rencana pembangunan Balai Diklat dalam waktu dekat.

Hal itu diutarakan Kabag TU Erizon Efendi SAg MPd yang juga turut hadir pada saat kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Riau, Sabtu (29/02) di Asrama Haji Rumbai.

ErizonĀ  menyebut pembentukan Balai Diklat ini sudah sejak lama diajukan. Dimana saat ini dari segi lahan dan lokasi sudah sangat mendukung.

Gedung asrama haji tersebut berdiri di atas lahan seluas 3,6 hektar. Dengan lokasi dan countur tanah yang bagus.

ā€œBaik kamar, aulanya, ruang makan, kantin, tempat sholatnya, maupun ruangan kantornya sudah memadai,ā€ kata Erizon kepada humas.

Secara persyaratan sudah memenuhi prosedur, hanya saja yang perlu digesa adalah nomenklatur, atau strukturnya ke pusat.

Pihak Kemenag sejak awal sudah mengusulkan untuk izin berdirinya balai Diklat ini. Bahkan ini sudah enam kali diusulkan, tapi karena sarana dan prasarana belum memadai pada waktu itu, bisa dikatakan belum terurus dengan baik. Makanya masih terkendala.Ā 

Bersyukur, lanjutnya sejak SPN (Sekolah Polisi Negara) memanfaatkan gedung asrama haji Rumbai sebagai tempat belajar, selama dua tahun ini, sekarang gedung asrama haji Rumbai jauh lebih terawat dan terjaga dengan baik.

Jelang pihak SPNĀ  berakhir menggunakan gedung pada Agustus ini, semoga proses izin Balai Diklat juga sudah bisa diselesaikan, harapnya.

"Kita dengar juga, bahwa ada daerah yang belum punya gedung Balai Diklat tetapi izinnya mereka sudah dapat, sekarang kita gedung dan lokasiĀ  sudah bagus, tinggal SKnya saja lagiā€, katanya.

ā€œKarena yang kita butuhkan saat ini adalah izinnya, dan untuk progres izin kami sudah mengajukan proposal lagi pada tahun lalu 2019, dengan tembusan kepada Menag, Sekjen, beserta lembaga Diklat pusat.ā€ Katanya.

Tinggal lagi nanti dibahas di DPR RI, semoga harapan kita semua dalam satu tahun ini selesai. Terlebih lagi dari segi data pendukung seperti jumlah pegawai Kemenag di Riau, kebutuhan Diklat sudah sangat mengharuskan adanya Balai Diklat Keagamaan di Riau.

Tak hanya itu jika sudah definitif, Erizon memastikan untuk kebutuhan Diklat pihaknya menyebut akan lebih melonjak dan besar dari segi jumlahnya di Riau jika dibandingkan dengan Balai Diklat Padang.

Erizon menambahkan dukungan dari Kapusdiklat Jakarta dan Kapusdiklat Padang, harapannya akan memberikan spirit besar bagi Kanwil Kemenag Riau mewujudkan Balai Diklat di Riau.

Dari hasil peninjauan lapangan yang dilakukan oleh tim Komisi VIII DPR RI, lanjut Erizon, tentu masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Diantaranya, infrastruktur dan fasilitas-fasilitas penunjang seperti perpustakaan dan ruang kelasnya harus lebih representatif.

"Selain itu ada juga tempat tinggal peserta didik, kemudian lingkungan yang mendukung. Tentunya harus lebih kita improve kedepan agar lebih kredibel.Ā 

Apalagi saya katakan tadi bahwa Kanwil Kemenag Riau memproyeksikan tempat ini akan menjadi tempat pelatihan bukan hanya untuk PNS Kemenag, tenaga honorer tetapi juga unsur masyarakat yang bekerja pada tusi Kemenag dan PNS non Kemenag yang bekerja mendukung tusi Kemenag " terang Erizon lagi mengakhiri bincang.(vera)


Ā