Siak (Inmas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melalui Bimas Islam menggelar Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS. Sebanyak 169 peserta tercatat mengikuti seleksi tes tertulis dan wawancara yang digelar serantak di 34 provinsi hari Ahad (08/12/2019). Menurut laporan dari ketua panitia, Suyetno mengatakan mereka yang lolos administrasi berjumlah 174 orang dan tetapi yang datang untuk ikut tes hanya berjumlah 169 orang jadi yang tidak hadir berjumlah 5 orang. Peserta Penyuluh Agama Islam Non PNS berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Siak. Tes seleksi berlangsung sejak pukul 08.00 waktu setempat sampai selesai, tes sendiri terdiri dari tes tertulis dan tes wawancara yang bertempat di MTsN 1 Siak.
Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom mengucapkan selamat bagi para peserta yang telah lolos seleksi pemberkasan dan melaksanakan tes tertulis dan wawancara, bahwa dari pendaftaran, tes sampai akhir pengumuman tidak di pungut biaya apapun dan di lakukan secara tranparan. “Bahwa tes Penyuluh Agama Islam non PNS ini untuk merekrutmen Penyuluh Agama Islam non PNS yang profesional, dan tidak satupun barang bawaan dari dalam ataupun melobi. Karena tes Penyuluh Agama Islam non PNS ini benar-benar untuk mencari Penyuluh Agama Islam non PNS yang profesional dan terbaik dalam mengemban tugas senyebar Agama untuk masyarakat serta tes Penyuluh Agama Islam non PNS dibarengkan seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, H. Muharom selanjutnya menyerahkan berkas yang masih tersegel dari pusat kepada panitia. Hal ini karena rekrutmen Penyuluh Agama Islam non PNS benar-benar untuk menyaring Penyuluh Agama Islam non PNS yang profesional. Karena melalui tes ini kita ambil urutan ranking nilai dan yang di bawah rengking atau tidak lolos seleksi tes akan menjadi saveing atau bisa menjadi pengganti antar waktu. Adapun kuota yang diterima tahun ini sebanyak 106 Penyuluh.
“Dari hasil testing ini kita berharap bisa mendapatkan Penyuluh Agama Islam Non PNS yang berkualitas, berkinerja tinggi serta professional dalam memberikan penerangan dan penyuluhan kepada masyarakat. Karena Penyuluh adalah merupakan salah satu ujung tombak Kemenag yang paling di depan, penyambung lidah di lapangan untuk memberikan pencerahan baik tentang masalah Keagamaan dan Kebangsaan kepada Masyarakat,” bebernya. (Hd)