Riau (Inmas) – Kementerian Agama terus berbenah dalam upaya penyelenggaraan ibdah haji terhadap jamaah. Terbukti, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan yang cukup signifikan, bahkan pada musim haji tahun ini rekruitmen calon petugas haji semakin transparan. Transaparansi penting dilakukan karena merupakan bagian dari peningkatan layanan terhadap jamaah haji. Demikian disampaikan Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau Abdul Wahid saat pelaksanaan test Seleksi Calon petugas haji, Senin (25/02).
Menurut Abdul Wahid selaku kasi Pembinaan Haji petugas haji terbagi dalam tiga kategori. Ketiga yang dimaksud adalah Panitia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Arab Saudi, Petugas yang menyertai jamaah (kloter) dan seleksi pendukung PPIH Arab Saudi. Khusus untuk seleksi PPIH Arab Saudi terbagi dua daerah dan instansi pusat.
Sementara itu untuk petugas PPIH Arab Saudi dari daerah dan petugas kloter, seleksinya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, seleksi di tingkat Kabupaten/kota, dan pada tahap ini proses seleksi serentak diseluruh kabupaten/kota secara seleksi administrasi dan manual (test tertulis). “Hasil test tertulis ini akan kita umumkan pada Tanggal 28 februari 2019, bagi yang lulus baru Tanggal 5 Maret ini peserta bisa mengikuti test CAT”, ungkapnya.
Selanjutnya test tahap kedua, seleksi di tingkat provinsi. Seleksi ini rencananya akan dilakukan secara online dengan metode Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara. Dari 219 peserta kita akan mengambil sebanyak 66 orang, artinya 1 banding dua untuk kuota yang akan diisi. Selanjutnya peserta yang 66  orang inilah yang akan mengikuti test CAT untuk menjaring sebanyak 33 orang petugas. “CAT ini merupakan kunci layak atau tidaknya calon petugas haji tersebut diluluskan”, terangnya.
Dikatakan Wahid proses wawancara diperlukan untuk mengukur kedisiplinan dan komitmen calon petugas haji. Menurutnya kedua poin itu sangat penting, karena petugas nantinya akan melayani jamaah, maka harus memahami betul yang menjadi tupoksi petugas haji. “Semoga kita mendapatkan petugas haji yang betul betul punya kemampuan dan punya ghirah tinggi dalam bertugas”, harap Wahid.
Ia menuturkan petugas haji menempati posisi sangat penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. “ maka seluruh hasil test administrasi, CAT, wawancara dan ujian praktek akan diakumulasi dan dilaporkan ke Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) untuk ditetapkan”, ucapnya.
Abdul Wahid mengungkapkan musim haji tahun ini calon petugas haji Kemenag Riau terbagi tiga kategori yakni 4 orang TPHI atau yang dikenal dengan ketua kloter, 4 orang TPIHI dan sisanya adalah peserta yang mengikuti test untuk non kloter, petugas di Arab Saudi yang meliputi komponen antara lain:  Pelayanan catering (konsumsi), Pelayanan Akomodasi, pelayanan transportasi dan pelayanan ibadah dan data dan siskohat. “Alhamdulillah tahun ini Kemenag Riau mendapat kuota 10 orang, mudah mudahan masih mendapat tambahan lagi 5 orang, karena kemungkinan itu akan ada”, sebutnya.
Sebagai informasi, sebelum ujian tertulis dilaksanakan, Kasi Pembinaan Haji Abdul Wahid memperagakan soal soal ujian yang masih terbungkus rapi yang masih disegel dihadapan seluruh peserta.(vera/faj)