Riau (Inmas) – Kanwil Kemenag Riau kembali melaksanakan seleksi test calon petugas haji 1440 Hijriah. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Plt Kakanwil Kemenag Riau ini diikuti oleh ASN yang berada dilingkungan Kanwil Kemenag Riau, Senin (25/02) di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau. Sebanyak  21 ASN di lingkungan Kemenag Riau yang tediri dari pegawai, Pejabat eselon III dan IV terlihat antusias dan khusyuk mengerjakan soal soal ujian. Tahapan ini serentak dilakukan di tingkat Kemenag Kabupaten/kota. Prosesnya dilakukan melalui seleksi administrasi dan secara manual (test tertulis).
Sebelumnya, Plt Kakanwil Kemenag Riau menjelaskan penyelenggaraan ibadah haji merupakan salah satu kegiatan yang sangat dilirik yang ada di Kemenag. Ia menilai beberapa tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji terus mengalami peningkatan. “Berbeda pada tahun 2003 kebawah banyak persoalan yang muncul, namun saat ini persoalan tersebut sudah sangat minim muncul dari jamaah kita”, terang Mahyudin.
Dari peserta yang mengikuti test sebanyak 219 orang, Kemenag Riau mendapat jatah 33 orang petugas  untuk kategori  Kloter dan non kloter. “12 TPHI yang akan kita rekrut, 11 TPIHI, 10 petugas non kloter”, rincinya. “Meski kuota tahun bertambah, namun penentuannya sangat ketat karena jumlah kuota petugas terbatas, penentuannya berdasarkan kompetensi bukan cuma cuma”, jelasnya.
Dalam regulasi, Mahyudin yang paling dibutuhkan guna menunjang penyelenggaraan ibadah haji adalah petugas yang handal profesional. “Penyelenggaraan ibadah haji bergantung kepada petugasnya, jika petugasnya baik maka peningkatan terhadap pelayanan ibadah haji yang diberikan oleh para petugas semakin baik, jika sebaliknya maka yang terjadi justru banyak muncul persoalan”, ungkapnya.
Bahkan demi mewujudkan hal hal itu juga mempertimbangkan keahlian tertentu atau pengalaman kerja sebagai petugas haji. Ia menambahkan rekruitmen petugas haji lebih diperketat dengan test berbasis andorid, sistem CAT, wawancara dan psiko test. Mahyudin mengatakan petugas yang terpilih nanti harus yang mampu dan mau menjalankan tugas sebagai petugas haji. "Tidak hanya mau, tapi harus mampu, keduanya ini satu paket", tekannya.
Untuk mengurangi hal hal yang
dikhawatirkan terjadi, Mahyudin meminta para calon petugas haji untuk ikhlas dalam
berniat sebagai petugas haji. “Selamat mengerjakan soal soal yang masih streil dan masih disegel ini, semoga dilancarkan sehingga bisa mengikuti tahapan berikutnya", sebutnya berpesan.
“Dalam mengikuti test ini harus kita
niatkan sebagai bagian dari ibadah, jika kita sudah menganggap demikian maka
jika tidak lulus tidak akan ada rasa kesal dan sakit hati kepada siapapun”,
ucapnya. “Karena, maaf pengalaman yang saya lihat, jika tidak lulus bermacam anggapan
negatif muncul dari para peserta yang ikut test iini”, sebutnya. Meski sifatnya
musiman, Mahyudin menyarankan dalam hal perekrutan calon petugas haji Kemenag
tidak boleh dianggap sepele, karena ini menyangkut dengan kesempurnaan proses
ibadah haji jamaah.(vera/faj)