Riau (Inmas) – Memasuki awal 2019, Kanwil Kemenag Riau segera akan melaksanakan rekrutmen petugas haji yang akan ditugaskan ke Tanah suci dalam operasional haji Tahun 2019. Baik itu untuk petugas kloter yang menyertai jamaah, maupun sebagai petugas non kloter yang tergabung dalam panitia Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).Demikian disampaikan Abdul Wahid selaku kasi Pembinaan Haji Kanwil Kemenag Riau pada Kamis, (14/01) diruang kerjanya.
Sesuai dengan SK Dirjen PHU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pedoman Rekrutmen Petugas Haji Indonesia, dikatakannya petugas haji itu dibagi dalam dua kategori. Pertama, petugas yang menyertai kloter jamaah haji Indonesia seperti PPIH dan Petugas Pembimbing Haji Indonesia (PPHI) yang menyertai dalam kloter (ketua kloter dan pembimbing ibadah). “Untuk petugas haji menyertai kloter ini pihaknya mengatakan mendapatkan kuota sebanyak 23 orang untuk 11 kloter dan 1 kloter dua orang petugas haji, dan 1 kloter lainnya bergabung dengan Kalbar dimana Kalbar sebagai ketua kloter”, terangnya.
Kedua, PPIH arab Saudi, Petugas Haji Arab Saudi Tahun 2019 ini pihaknya mengaku meningkat sebanyak 100 persen. “Tahun lalu hanya mendapat 5 kuota terus ada tambahan 3 orang menjadi 8 petugas saja, namun sekarang alhamdulillah bertambah menjadi 10 orang petugas haji”, kata Abdul Wahid. Dimana 10 orang ini untuk 1 untuk pelayan ibadah, 3 orang pelayan catering, 2 orang untuk akomodasi, 3 orang pelayan untuk transportasi dan 1 petugas siskohat, jelasnya.”Maka total seluruhnya petugas Haji Kanwil Kemenag Riau untuk kloter maupun dan non kloter tercatat 33 orang tahun 1440 H”, ucap Abdul Wahid merinci.
Proses pendaftaran rekrutmen petugas haji diperkirakan akan dimulai dari Tanggal 14 – 20 Februari, dan insyaallah akan diumumkan pada Tanggal 22 Februari 2019. Selanjutnya 25 Februari mendatang akan dilaksanakan test rekrutmen haji serentak se-Indonesia di Kemenag Kab/kota dan Tanggal 5 maret 2019 untuk test CAT dan wawancara di Kanwil kemenag Riau.
“Untuk test di kab/kota masih secara manual, belum menggunakan test sistem CAT”, imbuhnya. Peserta test yang berhasil lolos tanggal 25 nanti, sesuai dengan kriteria karena pembagian porsi kuota petugas sudah diedarkan ke Kemenag Kab/Kota harus menyiapkan diri secara maksimal. “Yang ikut test kali ini, 1 banding 2, artinya dari 66 petugas yang dijaring, kuota yang diterima hanya sebanyak 33 orang saja”, lanjutnya.
Selain itu Abdul Wahid menyebut, untuk petugas haji tahun ini di Provinsi akan difasilitasi dengan aplikasi khusus petugas haji dengan menggunakan sistem hp android. “Dengan menggunakan smartphone berbasis android, maka peserta langsung mengerjakan dilayar ponsel masing masing”, terangnya. Ia menilai rekrutmen secara online dan menggunakan sistem CAT menjadi salah satu cara efektif guna menjaring petugas petugas yang memiliki kompetensi dari semua aspek, ibadah, regulasi secara transaparan dan akuntabel.
“Walaupun test di Kemenag Kab/kota ini manual, namun ia menghimbau semua petugas yang ikut test untuk bisa menggunakan ponsel android, jangan sampai sia sia ikut test di Provinsi”, sebutnya.
Panitia didaerah harus punya android dan menguasai cara penggunaannya, mengingat kedepan juga untuk petugas haji yang menyertai jamaah juga harus membuat laporan berbasis android online, bahkan andorid itu akan seragam nantinya, tegasnya. “Selama ini kan laporan masih manual saja dalam bentuk dokumen/buku, tapi sekarang akan dipakai sistem android online ini”, tegasnya lagi.
Ia menambahkan setelah keputusan kelulusan petugas haji, maka para petugas haji akan mendapatkan pelatihan petugas haji terkait sistem baru yang menjadi tanggungjawab petugas kedepan sejak mula berangkat hingga pemulangan jamaah. "Lembaran laporan sudah ada di aplikasi, petugas haji hanya tinggal mengisi kolom dan isian yang tersedia sesuai tanggung jawab dan tusi masing masing", terang Wahid.
Ia mengharapkan panitia penyelenggaran ibadah haji Kemenag kab/kota dapat menjalankan tugas secara optimal dan profesional, karena nanti Kanwil Kemenag Riau akan menurunkan tim pengawas sekaligus langsung membawa soal dari Provinsi ke seluruh kab/kota. Kepada peserta Ia berpesan persiapkanlah diri dengan maksimal, semoga petugas tahun ini semakin mumpuni, khususnya lagi petugas sebagai pembimbing ibadah, harus betul betul menguasai hal yang terkait fiqih haji. "Jika ada perdebatan jamaah tentang ibadah petugas haji bimbingan ibadah ini bisa menjelaskan”, tutupnya mengakhiri bincang.(vera).