Riau (Inmas) – Kondisi reformasi birokrasi di era reformasi saat ini terus menunjukkan perkembangan, meskipun belum signifikan secara keseluruhan. Untuk melaksanakan fungsi birokrasi secara cepat, tepat dan konsisten guna mewujudkan birokrasi yang akuntabel dan baik sudah dibuktikan Kemenag hari ini pada pelaksanaan rekrutmen CPNS Kemenag Riau Tahun 2018. Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan UIN Suska Riau Dr Muhammad Syaifudin MAg saat dikonfirmasi, Kamis (20/12) 16.45 WIB petang, di Aula Kampus MAN 2 Model Pekanbaru.
Syaifuddin mengungkapkan, bahwa dengan sistem aplikasi online yang di rilis Kemenag hari ini, merupakan langkah tepat dalam mencari ASN yang memiliki SDM mumpuni. Pasalnya rekrutmen ini tidak akan bisa lagi direkayasa, atau diintervensi oleh pihak lain karena setiap peserta mendapatkan porsi pertanyaan yang tidak sama antara satu dan lainnya, bisa berbeda beda.“Jawaban peserta bisa dipertanggungjawabkan, langsung diberikan nilai, langsung dengan argumennya , sehingga semuanya sudah langsung terkoneksi dengan sistem, jelasnya.
” Ini betul betul murni, jika mereka lolos, berarti memang lolos dengan kompetensinya, tidak ada lagi intervensi, itu anak siapa, itu keluarga siapa, sebutnya. Menurutnya bagi yang punya kemampuan dan survive, maka dia akan bertahan, yang pastinya terseleksi secara alam.
Menurutnya sistem ini dapat menutup kemungkinan peserta saling berdiskusi. “Kalaupun ada kemiripan masing masing jawaban, karena memang substansi soal tersebut di rekonstruksi sedemikian rupa, sehingga menuntut kecerdasan seorang calon ASN dalam menangkap soal soal yang diberikan, lanjutnya.
Secara umum sambungnya, wawasan keIslaman, wawasan tentang kebangsaan yang tentu sudah dipelajari oleh seluruh peserta di bangku pendidikan. Tinggal lagi bagaimana calon ASN itu sendirii mampu mengeksplorasi wawasannya atas setiap argumen nya. Apalagi, saat ini negara tengah melakukan penguatan terhadap wawasan kebangsaan, keIslaman, humanity. Maka perlu calon ASN ini digembleng dengan sejumlah pertanyaan yang bisa mengelaborasi kemampuan mereka, sebutnya.
“Seorang ASN harus memiliki kecerdasan intelektual, spritual, emosional bahkan kecerdasan sosial”, katanya. Karena menurutnya hal itu akan melahirkan perilaku perilaku yang terbaik sebagai ASN.
Lebih jauh diuraikannya, ASN saat ini pasti tertuntut menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan layanan yang terbaik kepada masyarakat.
Selain tantangan kompetensional, ASN juga mampu menjadi pribadi yang bagus secara sosial maupun emosional. Khususnya lagi calon ASN formasi guru harus memperhatikan aspek aspek tersebut. “Yang dibutuhkan itu bukan hanya kesalehan individual tapi juga kesalehan sosial, bagaimana calon ASN ini mempunyai kearifan dalam setiap perilaku dan perkataan, jangan sampai orang lain menjadi inharmonisasi karena prilakunya, ujar Syaifuddin. Hal tersebut yang ditanamkan dalam muatan muatan soal wawancara ini, ujarnya lagi.
Ia optimis, sistem yang akuntabel dan transparan seperti ini akan mampu melahirkan ASN yang berkualitas, berintegritas, bermarwah dan bermartabat. Ia menilai dengan muatan soal soal tersebut mampu menggali sejauh mana keempat aspek tadi betul betul tertanam pada masing masing peserta yang diwawancara.
“Wawasannya terukur sekali, dan kemampuan mereka pun sangat bervariasi, terangnya ketika disinggung masalah kualitas peserta.
Selain itu Ia juga mengungkapkan apresiasi atas keterlibatan para akademis kampus UIN Suska Riau dalam pelaksanaan Rekrutmen CPNS Kemenag 2018 ini. Semoga sistem ini Kedepan akan terus dipertahankan sehingga akan menelurkan generasi ASN yang bersih dari Kolusi, korupsi dan nepotisme, karena semua peserta diperlakukan sama oleh setiap penguji dalam sistem ini.
Lebih dari itu, Ia berharap kolaborasi antara praktisi birokrasi dengan para akademisi dapat mewujudkan visi dan misi Kemenag. Mengingat perguruan tinggi memang memiliki andil yang besar selama ini, tidak hanya melahirkan para sarjana, tapi juga melahirkan alumni sarjana ini akan menjadi apa.
“Amanah yang diberikan pemerintah melalui Kemenag sudah luarbiasa sekali, kolaborasi antara Kanwil Kemenag Riau dengan UIN Ini perlu terus disinergikan. “Harmonisasi inilah yang kita harapkan akan terus berjalan Kedepan”, harapnya.(Vera/Adi/Anto)