0 menit baca 0 %

Rekam Biometrik Terus Beroperasi, Hari Ini 202 CJH Pekanbaru dan 56 Petugas Kloter

Ringkasan: Riau (Inmas) Pemerintah Arab Saudi menetapkan rekam biometrik sebagai prasyarat pembuatan visa jamaah haji. Proses rekam biometrik itu sudah dimulai sejak 19 Maret 2019 yang dipusatkan  di Jl. Adisucipto Pekanbaru. Suhardi menjelaskan rekam biometrik ini baru bisa mengcover jamaah perharinya 50 or...

Riau (Inmas) – Pemerintah Arab Saudi menetapkan rekam biometrik sebagai prasyarat pembuatan visa jamaah haji. Proses rekam biometrik itu sudah dimulai sejak 19 Maret 2019 yang dipusatkan  di Jl. Adisucipto Pekanbaru. Suhardi menjelaskan rekam biometrik ini baru bisa mengcover jamaah perharinya 50 orang, kemudian di hari ke empat baru bisa diplot sebanyak 200 orang, tapi yang bisa melakukan perekaman baru 193 orang. Sedangkan pada hari Sabtu ada 230 orang jamaah pekanbaru. “Pekanbaru sengaja diprioritaskan karena lebih dekat maka lebih mudah diproses”, sebutnya saat ditemui Aula Utama Kanwil. Ditempat jamaah melakukan prses  rekam biometrik, Jum’at (29/03).

Proses perekaman berbasis manifest daftar jamaah haji yang diterbitkan oleh Kemenag. Manifest itu diserahkan ke pihak VFS Tasheel untuk dilakukan input data.

“Biometrik ini kita mesti  mengusulkan nama jamaah dulu ke indohaj, VFS Tasheel. setelah kita menetapkan manifes nama,  baru bisa mereka balas. Selanjutnya baru lah pihak VFS Tasheel membuat jadwal perekaman. “hal ini sudah kita beritahu ke Kemenag  kabupaten/kota.

Menurut data yang diterima, jamaah yang sudah melakukan biometrik sampai kemarin, Rabu  (28/03) sebanyak 1125 CJH. Suhardi menyebut mengenai penambahan titik lokasi oleh VFS Tasheel dalam minggu ini tidak mungkin terjadi, jadi dijalankan apa adanya sajha supaya tidak tertunda keberangkatan jamaah.

“Insyaallah sebanyak 202 CJH dari pekanbaru hari ini yang akan melakukan perekaman dan 56 petugas kloter juga lakukan rekam biometrik hari ini, jadi total semua 258 CJH”, paparnya.

Ia mengakui keterbatasan ini menjadi kewenangan Pemerintahan Arab Saudi. Melalui VFS Tasheel, sedangkan pihak Kementerian Agama dalam hal ini sebatas penyelenggara saja, tukasnya.(vera)