0 menit baca 0 %

Rekam Biometrik Jamaah Haji Riau Akan Dimulai Besok

Ringkasan: Riau (Inmas) Pemerintah Arab Saudi menetapkan rekam biometrik sebagai pra syarat pembuatan visa jamaah haji. Proses rekam biometrik itu perkiraannya akan dimulai pada Tanggal 19 besok di kantor VFS Tasheel yang ada di jalan Adi Sucipto. Demikian diungkapkan oleh Drs H Suhardi MA saat ditemui diruang...

Riau (Inmas) Pemerintah Arab Saudi menetapkan rekam biometrik sebagai pra syarat pembuatan visa jamaah haji. Proses rekam biometrik itu perkiraannya akan dimulai pada Tanggal 19 besok di kantor VFS Tasheel yang ada di jalan Adi Sucipto. Demikian diungkapkan oleh Drs H Suhardi MA saat ditemui diruang kerjanya pada Senin (18/03) petang.

“Saat saya temui saudara Rizal Pelaksana rekam biometrik jamaah haji dan umrah Pekanbaru, saya melihat banyak jamaah umrah yang melakukan rekam biometrik ini, maka saya pun berniat mengusulkan perekaman biometrik jamaah haji mulai besok”, sebutnya.

Suhardi mengatakan pihak VFS Tasheel menyambut baik hal itu dan melakukan koordinasi dengan VFS Tasheel yang ada di Pusat. “Jamaah haji kita jumlah banyak, 5030 ditambah petugas 5060, kapan bisa kita mulai perekaman biometrik ini”, ujarnya mengusulkan ke pihak VFS Tasheel.

Selepas koordinasi dengan pihak VFS Tasheel yang dipusat, pihak VFS Tasheel pun merespons baik melalui email indohaj. “Pada prinsipnya mereka menyetujui”, terang Suhardi. Insyaallah dari tanggal 19 – 22 Maret ini sudah bisa dilakukan perekaman untuk jamaah sekitar 50 per harinya selama jam kerja, jelasnya.

Ia menyatakan Pihak Kemenag Kota Pekanbaru melalui Kasi PHU pun siap untuk menyediakan jamaah yang akan berangkat dan melakukan rekam biometrik ini. Menurut Suhardi, meski besok diperkirakan baru 50 jamaah haji yang bisa melakukan rekam biometrik, tapi Ia memperkirakan selepas tanggal 22, VFS menyatakan pihaknya bisa melakukan rekam biometrik terhadap 230 jamaah.

“Itu sudah dijawab dalam surat oleh VFS Tasheel, kita tinggal menunggu saja”, ucapnya. Proses rekaman berbasis manifestasi daftar jamaah haji yang diterbitkan oleh Kemenag tersebut untuk dilakukan input data. Untuk memudahkan layanan jamaah, Kemenag Riau sudah menyampaikan usulan kepada VFS Tasheel untuk melakukan rekaman biometrik itu di Aula Kemenag. Mengingat alat rekam biometrik hanya ada 3 untuk Pekanbaru maka pihaknya mengusulkan penambahan alat.

“Saat ini sedang menunggu tambahan dua alat lagi dari pusat, karena masih dalam perjalanan, ungkapnya. “ Kalau dua alat tambahan itu sudah sampai, maka tiga alat yang ada di Adi Sucipto akan dibawa ke Kemenag Riau dan dua lainnya tetap digunakan untuk jamaah umrah disana, imbuhnya.

“Hari ini jamaah umrah luarbiasa, setiap hari 200 jamaah yang melakukan rekam biometrik ini untuk jamaah umrah yang akan diberangkatkan bulan April dan Mei”, katanya menambahkan. Menurut Pak Yosi pihak VFS Tasheel Tanggal 23 sudah bisa melakukan perekaman di yang dipusatkan di Kanwil Kemenag Riau.

Kemenag dalam hal ini tidak ikut terlibat langsung dalam proses rekam Biometrik. "Kemenag mendampingi untuk memberikan arahan saja pada jamaah, yang dibantu oleh pembimbing haji pelaksana PHU di masing masing kota", ucapnya.(vera)