Tembilahan (Humas) – Dalam rangka memeriahkan Bulan yang Agung yang merupakan bagian dari salah satu 4 (empat) bulan yang diAgungkan Oleh Allah SAW yakni bulan Rajab,dimana didalamnya terdapat peristiwa yang bersejarah untuk diambil iktibarnya dalam menjalani kehidupan di Dunia dan Akhirat untuk itu Senin malam (05/05) yang bertepatan dengan o5rajab 1435 H Masjid Besar Darul Hikmah Jalan Baharudin Yusuf Tembilahan Kota mengadakan acara peringatan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Hadir dalam acara Bupati Inhil H.M.Wardan,MP, Ka Kemenag Drs.H.Azhari,MA, Ketua DPRD Inhil yang diwakili Oleh H.Mariyanto, Ketua Pengadilan Agama,camat,lurah,Kepala kantor,Kepala Badan dilingkungan pemerintahan Kab. Inhil,KH.M.Ansori,MS selaku Penceramah asal samarinda Kalimantan Timur yang merupakan Pimpinan Pondok pesantren Al-Husna, Tokoh agama, Pemuka Masyarakat dan tamu Undangan Hal senada disamapikan Yusran Idris selaku pengurus Masjid dan panitia peringatan Isra Mi’raj menuturkan dalam sambutannya “Ucapan terima kasih yang seluas-luasnya atas kesedian bapak-bapak untuk dapat memenuhi undangan kami,sekaligus selamat datang kepada Bapak Penceramah yang bersedia meluangkan waktunya untuk jauh-jauh datang dari samarinda untuk memberikan untaian inti sari peringatan isra mi’raj Nabi Muhammad SAW”tutupnya” H.M.Wardan,MP dalam sambutannya Menuturkan” Ucapan terima kasih yang seluas-luasnya atas kesedian bapak-bapak untuk dapat menghadiri acara ini,dimana peringatan isra mi;’raj ini harus terus digalakan karena ini merupakan peristiwa yang bersejarah bagi umat Islam,sekaligus Penyerahan Bantuan untuk pembangunan Masjid Besar Darul Hikmah berjumlah 10 Juta Rupiah serta ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat karena Inhil sukses dalam penyelengaraan pemilu 9 April lalu.”tutupnya” KH.M.Ansori MS dalam uraian ceramahnya menuturkan”Hikmah apa yang dapat kita ambil dari peristiwa perinagatan isra mi’ra Jadi, riwayat mengatakan bahwa satu tahun sebelum isra Mi’raj terjadi merupakan tahun kesedihan yang dialami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena pada tahun tersebut, beliau banyak kehilangan orang-orang yang dicintainya. Dimulai dari wafatnya paman beliau, Abi Thalib bin Muthalib, kemudian disusul istri tercinta, Siti Khadijah, ditambah lagi perlakuan penolakan dakwah Nabi dengan dilempari dengan batu dan cemooh sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa tertekan dan sedih. Bisa dibilang bahwa tahun tersebut menjadi titik terendah dalam kehidupan beliau. Ada hal yang harus selalu kita ingat di dalam kehidupan kita bahwa titik terendah merupakan titik awal untuk menuju pada titik naik pada kehidupan kita. Hal ini terbukti dengan peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi pada Rasulullah. Allah menghibur hati Rasulullah dengan memerintahkan beliau untuk menjalankan sholat 5 waktu.dalam sebuah hadis menyebutkan ada lima mamfaat orang yang menjaga sholatnya 1.Allah angkat kesempitan hidup didunia,2.Kuburnya dilapangkan 3.Allah memberikan catatan amal kebaikannya dari tangan kanan 4.Akan dapat melewati titian siratol mustaqim secepat kilat,5.akan dimasukan ke dalam sura. Allah SWT menunjukkan kepada Rasulullah SAW beserta umatnya bahwa untuk naik ke satu titik dalam kehidupan kita, kita harus mengalami ujian terlebih dahulu. Ketika melalui ujian itu lah kita harusnya senantiasa beriman dan bertaqwa di jalan-Nya. Karena hanya Allah lah yang menjadi tempat menyembah, meminta dan menyandarkan segala sesuatunya.(riry)
RATUSAN JAMAAH PADATI MASJID BESAR DARUL HIKMAH
Ringkasan:
Tembilahan (Humas) – Dalam rangka memeriahkan Bulan yang Agung yang merupakan bagian dari salah satu 4 (empat) bulan yang diAgungkan Oleh Allah SAW yakni bulan Rajab,dimana didalamnya terdapat peristiwa yang bersejarah untuk diambil iktibarnya dalam menjalani kehidupan di Dunia dan Akhirat unt...